Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
INTERNATIONAL

Gelombang Protes “No Kings” Guncang AS, Jutaan Warga Turun ke Jalan

×

Gelombang Protes “No Kings” Guncang AS, Jutaan Warga Turun ke Jalan

Sebarkan artikel ini
Ribuan orang bergabung dalam aksi protes besar-besaran "No Kings" di kawasan Time Square New York. (Foto: AP)
toplegal

TOPMEDIA – Ribuan demonstran kembali memenuhi jalanan di berbagai kota besar dan kecil di Amerika Serikat pada Sabtu (28/3) waktu setempat.

Aksi yang digelar sebagai bagian dari gerakan akar rumput “No Kings” ini menandai kali ketiga dalam kurun waktu kurang dari setahun warga turun ke jalan untuk menyuarakan penentangan terhadap Presiden Donald Trump.

HALAL BERKAH

Penyelenggara menyebutkan sedikitnya 8 juta orang berkumpul dalam lebih dari 3.300 acara di seluruh 50 negara bagian.

Gerakan “No Kings” muncul sebagai oposisi paling vokal terhadap gaya pemerintahan Trump sejak ia memulai masa jabatan keduanya pada Januari 2025.

Demonstran menilai kebijakan imigrasi yang keras, sikap otoriter, serta konflik dengan Iran sebagai ancaman terhadap demokrasi dan konstitusi.

Baca Juga:  Pertamina Pastikan Kapal Mereka yang Terjebak di Selat Hormuz Aman

Di New York, puluhan ribu orang berkumpul, termasuk aktor peraih Oscar Robert De Niro, yang menyebut Trump sebagai ancaman eksistensial bagi kebebasan dan keamanan.

Di Atlanta, seorang veteran militer berusia 36 tahun, Marc McCaughey, menyampaikan keresahannya.

“Tidak ada negara yang dapat memerintah tanpa persetujuan rakyat. Kami di sini karena kami merasa Konstitusi terancam dalam berbagai cara. Keadaan tidak normal, keadaan tidak baik,” ujarnya kepada AFP.

Sementara itu, di Washington, ribuan demonstran membawa spanduk bertuliskan “Trump Harus Mundur Sekarang!” dan “Lawan Fasisme”.

Seorang pensiunan berusia 67 tahun, Robert Pavosevich, menambahkan, “Dia terus berbohong dan tidak ada yang mengatakan apa pun. Jadi ini situasi yang mengerikan yang kita alami.”

Baca Juga:  1.000 Turis Terjebak Badai Salju di Lereng Gunung Everest, Kemlu RI Pantau WNI

Aksi anti-Trump tidak hanya terjadi di Amerika Serikat. Demonstrasi juga digelar di sejumlah kota besar Eropa, termasuk Amsterdam, Madrid, dan Roma.

Di Roma, sekitar 20 ribu orang berbaris di bawah pengawasan ketat polisi, menunjukkan bahwa sentimen penolakan terhadap Trump telah meluas hingga lintas benua.

Protes ini bukan hanya tentang menentang kebijakan Trump, tetapi juga tentang mempertahankan prinsip konstitusi dan kebebasan sipil.

Dengan jutaan orang turun ke jalan, gerakan ini menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap gaya pemerintahan yang dianggap mengancam demokrasi.

Demonstrasi yang meluas hingga ke Eropa menunjukkan bahwa isu ini bukan hanya persoalan domestik, tetapi juga menjadi perhatian global.

“Kami ingin memastikan demokrasi tetap hidup dan tidak dikendalikan oleh satu orang. Rakyat harus tetap menjadi pemegang kekuasaan tertinggi,” pungkas Marc McCaughey. (*)

TEMANISHA.COM