Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Geliat Ngayah di Pura Agung Jagat Karana, Ratusan Umat Hindu Surabaya Bersiap Sambut Nyepi 1947 Saka

×

Geliat Ngayah di Pura Agung Jagat Karana, Ratusan Umat Hindu Surabaya Bersiap Sambut Nyepi 1947 Saka

Sebarkan artikel ini
Umat Hindu mempersiapkan perayaan Nyepi di Pura Agung Jagad Karana. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA– Aroma hio dan kesibukan khas menjelang hari besar mulai meruap di Pura Agung Jagat Karana, Perak Barat, Surabaya. Menyongsong datangnya Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 pada 19 Maret mendatang, ratusan umat Hindu dari berbagai penjuru Kota Pahlawan tumpah ruah menggelar tradisi ngaturan ngayah alias kerja bakti massal, Senin (9/3/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih biasa. Ngayah adalah simbol ketulusan dan gotong royong tanpa pamrih yang menjadi fondasi persiapan upacara Melasti yang dijadwalkan bakal digelar pada pekan depan. Sejak mentari masih malu-malu, umat lintas generasi sudah berbagi tugas di area pura yang terletak di kawasan Jalan Ikan Lumba Lumba tersebut.

HALAL BERKAH

Ketua Panitia Melasti, I Gusti Gede Sudarmawan, mengungkapkan bahwa antusiasme umat tahun ini terasa sangat kental. Tidak ada sekat usia mulai dari sesepuh, pengurus sektor, hingga anak-anak muda yang tergabung dalam Karang Taruna, semuanya larut dalam kesibukan yang sama.

Baca Juga:  Per Oktober 2025, Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi USD 149,9 Miliar

”Kebetulan ini momennya pas, jadi semua terlibat. Mulai dari pengurus tiap sektor kecamatan di Surabaya sampai adik-adik kecil pun kami libatkan agar mereka mengenal tradisi ini sejak dini,” ujar Sudarmawan saat ditemui di sela kesibukan mempersiapkan Hari Raya Nyepi.

Pura Agung Jagat Karana tampak bersolek. Sudarmawan menjelaskan, umat dibagi ke dalam beberapa bidang spesifik untuk efisiensi kerja. Ada bidang wewangunan yang bertugas mempercantik bangunan fisik pura dengan berbagai hiasan dan dekorasi khas Bali-Jawa.

Di sisi lain, kaum ibu dan remaja putri yang tergabung dalam bidang serati tampak telaten merangkai janur dan bunga. Mereka fokus mempersiapkan banten atau sesajen yang menjadi sarana utama dalam upacara. Koordinasi ini dilakukan secara rapi melalui ketua sektor di tiap kecamatan se-Surabaya untuk memastikan seluruh kebutuhan ritual tidak ada yang terlewat.

Baca Juga:  Film “Pesugihan Setan Gagak” Tuai Pujian, Eri Cahyadi: Arek Suroboyo Bisa Berkarya Besar

Ngaturan ngayah ini merupakan bagian awal dari rangkaian panjang menyambut Nyepi. Sudarmawan memerinci, tahapan dimulai dari upacara Matur Pinaringan, disusul kegiatan ngayah, hingga puncaknya nanti adalah prosesi Melasti.

Melasti sendiri merupakan ritual krusial bagi umat Hindu untuk menyucikan diri (Bhuana Alit) dan alam semesta (Bhuana Agung). “Semua ini adalah rangkaian menuju Tahun Baru Caka. Setelah Melasti, umat akan melaksanakan Tawur Kesanga yang biasanya dimeriahkan dengan pawai Ogoh-ogoh, sebelum akhirnya masuk ke keheningan Catur Brata Penyepian,” paparnya.

Tak berhenti di situ, geliat spiritual di Pura Agung Jagat Karana akan terus berlanjut hingga usai Nyepi. Sebab, akan ada perayaan Piodalan atau hari jadi pura yang jatuh berdekatan dengan momentum tersebut. (*)

TEMANISHA.COM