TOPMEDIA-Polrestabes Surabaya menggelar kegiatan Bazar Pengembalian Barang Bukti berupa 1.050 unit sepeda motor hasil sitaan dan temuan, yang dikembalikan kepada pemilik sah tanpa dipungut biaya. Ribuan kendaraan tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) serta penertiban lalu lintas di wilayah Kota Surabaya.
Kegiatan bazar pengembalian sepeda motor ini berlangsung pada 21–23 Januari dan 26–30 Januari 2026, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, bertempat di Mapolrestabes Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau langsung pelaksanaan bazar motor tersebut pada Kamis (22/1/2026) sore. Dalam kunjungannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Kapolrestabes Surabaya beserta jajaran atas komitmen dalam mengungkap kasus curanmor dan mengembalikan hak masyarakat.
“Saya matur nuwun kepada Pak Kapolrestabes Surabaya. Bazar motor ini merupakan hasil pengungkapan kasus pencurian sepeda motor di Surabaya,” ujar Eri Cahyadi.
Ia mengungkapkan, sebanyak 1.050 unit sepeda motor telah dipamerkan dalam kegiatan bazar tersebut. Selain itu, masih terdapat sekitar 100 unit kendaraan yang sedang dalam proses pendataan dan belum ditampilkan. Temuan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar semakin waspada terhadap potensi kejahatan curanmor.
Wali Kota Eri juga mengimbau warga yang merasa kehilangan sepeda motor untuk aktif memantau media sosial resmi Polrestabes Surabaya guna mengecek apakah kendaraannya termasuk dalam daftar temuan. Selain itu, Polrestabes juga menyediakan posko pencarian kendaraan lengkap dengan sistem blok lokasi untuk memudahkan masyarakat melakukan pengecekan secara langsung.
“Semua dipermudah dan gratis. Warga cukup membawa bukti kepemilikan kendaraan. Tidak benar kalau ada yang mengatakan pengambilan motor di Polrestabes dikenakan biaya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Eri menekankan bahwa menjaga keamanan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada aparat kepolisian atau pemerintah daerah. Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menekan angka curanmor di Kota Pahlawan.
“Ayo dijogo sepeda motore, dijogo bareng-bareng keamanan Surabaya,” ajaknya.
Dalam kesempatan yang sama, Eri juga mengungkap inovasi alarm sepeda motor murah hasil rakitan jajaran Polrestabes Surabaya yang diberikan secara gratis kepada korban curanmor. Alarm tersebut terbukti efektif menggagalkan aksi pencurian, dengan biaya pembuatan sekitar Rp40 ribu.
Ke depan, Pemkot Surabaya berencana menggandeng BUMD untuk memproduksi dan memasang alarm murah tersebut secara lebih luas sebagai upaya pencegahan curanmor.
Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan komitmen kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya korban curanmor. Hingga hari kedua pelaksanaan bazar, 37 unit kendaraan telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.
“Kami mohon maaf kepada warga yang kendaraannya belum ditemukan. Namun kami pastikan, Polrestabes Surabaya terus berupaya mengungkap seluruh kasus curanmor,” pungkasnya.



















