Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ENTREPRENEURSHIP

Gandeng 38 Hotel, Perkuat UMKM dan Serapan Tenaga Kerja Lokal

×

Gandeng 38 Hotel, Perkuat UMKM dan Serapan Tenaga Kerja Lokal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi UMKM lokal. freepik.
toplegal

TOPMEDIA-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali memperkuat kolaborasi dengan sektor perhotelan guna mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Upaya tersebut ditandai dengan penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama (NKB) antara Pemkot Surabaya dan 38 hotel di Kota Pahlawan yang digelar di Lobby Balai Kota Surabaya, Jumat (6/2/2026).

HALAL BERKAH

Kerja sama bertajuk Peningkatan Perekonomian Melalui Pemenuhan Kebutuhan Usaha dan Tenaga Kerja pada Hotel ini diarahkan untuk mengoptimalkan peran UMKM serta warga lokal sebagai pemasok kebutuhan operasional hotel.

Mulai dari bahan pangan hingga perlengkapan kamar, diharapkan dapat dipenuhi oleh pelaku usaha dan masyarakat Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha agar investasi yang masuk benar-benar memberikan manfaat langsung bagi warga.

Menurutnya, sektor perhotelan memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi pascapandemi.

Baca Juga:  TOP Product Nusantara: Perpaduan Tradisi dan Inovasi untuk Masa Depan Pangan Indonesia

“Saya ingin investasi ini memberi dampak bagi warga sekitar. Hotel memiliki jaringan promosi yang luas dan bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan kegiatan Surabaya. Kuncinya, kita bersatu untuk meningkatkan okupansi pascapandemi,” ujar Eri.

Dalam NKB tersebut, pihak hotel berkomitmen menyerap berbagai kebutuhan logistik dari UMKM dan warga Surabaya.

Komoditas yang disepakati antara lain daging sapi, daging ayam, telur, sayuran, buah-buahan, susu segar, beras, gula, minyak goreng, hingga perlengkapan hotel seperti slipper.

Berdasarkan rekapitulasi data, potensi serapan kebutuhan hotel setiap bulan tergolong besar.

Kebutuhan tersebut meliputi 5,6 ton daging ayam, 600 kilogram daging sapi, 4,7 ton sayuran, 12 ton buah-buahan, 3.200 liter susu segar, 8 ton telur, 3,5 ton beras, 4,3 ton gula, 2,6 ton minyak goreng, serta sekitar 39.000 pasang slipper.

“Angka ini menunjukkan peluang besar bagi UMKM dan warga Surabaya untuk naik kelas,” imbuh Eri.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Tegaskan Sengketa Rumah Nenek Elina Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Untuk mendukung realisasi kerja sama tersebut, Wali Kota Eri mendorong dinas terkait agar melakukan pendampingan, kurasi, dan pelatihan bagi UMKM.

Langkah ini penting agar produk lokal mampu memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan pihak hotel.

“Sekarang tantangannya adalah kesiapan kita memenuhi standar mereka. Negara harus hadir membantu warga, terutama yang kurang mampu, agar produknya memiliki daya saing,” tegasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Saya berharap kerja sama ini dapat menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif, sehingga roda perekonomian masyarakat terus bergerak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur, Puguh Sugeng Sutrisno, menyambut positif kolaborasi tersebut.

Baca Juga:  Holding UMKM Diperluas, Lima Klaster Strategis Siap Dorong Ekonomi Nasional

Ia mengapresiasi komitmen Pemkot Surabaya dalam mendukung pelaku usaha, termasuk terkait kebijakan pengupahan.

“Terima kasih kepada Wali Kota dan jajaran atas dukungan terhadap revisi UMSK Surabaya 2026. Kebijakan ini memberi ruang bagi hotel untuk lebih stabil secara finansial, sehingga sinergi dengan UMKM dapat terus berjalan demi kemajuan ekonomi Surabaya,” kata Puguh.

Penandatanganan NKB ini menjadi tahap awal yang melibatkan hotel berbintang dua hingga lima. Ke depan, jumlah hotel yang terlibat akan terus bertambah seiring dengan kesiapan pasokan dari pelaku usaha lokal.

TEMANISHA.COM