Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
LIFESTYLE

Forum Triadik Kebudayaan Dorong Sinergi Seniman dan Pemerintah di Surabaya

×

Forum Triadik Kebudayaan Dorong Sinergi Seniman dan Pemerintah di Surabaya

Sebarkan artikel ini
Dengan semangat kolaborasi ini, Heri Lentho percaya bahwa Surabaya akan naik kelas dari sekadar kota penyelenggara kegiatan seni menjadi kota yang benar-benar "menghidupi" kebudayaan sebagai nadi kehidupan warga.
toplegal

TOPMEDIA-Kota Surabaya terus menguatkan posisinya sebagai kota sejarah dan pusat peradaban dengan mendorong tata kelola seni budaya yang semakin inklusif.

Upaya ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, salah satunya dari Founder Komunitas Surabaya Juang, Heri Lentho.

HALAL BERKAH

Menurut Heri Lentho, Kota Pahlawan memiliki potensi besar dalam pengembangan seni dan budaya.

Karena itu, diperlukan penguatan komunikasi yang efektif antara seniman, lembaga kesenian, serta pemerintah sebagai kunci utama dalam menciptakan ekosistem kebudayaan yang sehat dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan kebudayaan sangat bergantung pada keselarasan peran tiga pilar utama. Heri mengibaratkan hubungan tersebut layaknya interaksi ideal antara pasien, dokter, dan apotek.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Pastikan Seluruh Ponpes di Kota Pahlawan Sudah Berizin

“Seniman berperan sebagai pasien, Dewan Kesenian sebagai dokter yang melakukan diagnosis, dan pemerintah berfungsi sebagai apotek yang menyediakan dukungan atau kebutuhan yang diperlukan,” jelasnya pada Rabu (1/4/2026).

Untuk mendukung hal tersebut, Heri menilai pentingnya menghadirkan sebuah “Ruang Diagnostik Bersama”. Ruang ini diharapkan menjadi wadah komunikasi dua arah yang mampu menjembatani aspirasi kreatif seniman dengan arah strategis Dewan Kesenian, sekaligus didukung oleh fasilitasi yang responsif dari Pemerintah Kota.

“Kita sedang menuju perubahan pola komunikasi. Pemerintah Kota Surabaya memiliki kapasitas besar sebagai fasilitator. Jika dipadukan dengan diagnosis yang tepat dari Dewan Kesenian, maka seni budaya dapat benar-benar menjadi napas dalam ruang publik,” ujarnya.

Baca Juga:  Tasya Farasya Dikabarkan Gugat Cerai Suami, Kekayaan Sang Beauty Vlogger Jadi Sorotan

Optimisme Heri Lentho juga bertumpu pada konsep ko-kreasi kebijakan. Dalam pendekatan ini, Pemerintah Kota Surabaya diharapkan tidak sekadar menjalankan program secara administratif, tetapi menjadikannya sebagai hasil kesadaran kolektif bersama para pelaku seni.

“Tujuannya agar kebijakan tidak hanya menjadi produk birokrasi, tetapi lahir dari pemahaman bersama antara pemerintah dan pelaku seni. Di titik inilah fragmentasi dapat berubah menjadi orkestrasi yang harmonis,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret untuk mewujudkan gagasan tersebut, Heri mengusulkan pembentukan Forum Triadik Kebudayaan. Forum ini dirancang sebagai ruang pertemuan rutin berbasis data dan riset, yang akan membantu Pemerintah Kota Surabaya dalam merumuskan rekomendasi strategis di bidang kebudayaan.

Forum tersebut diharapkan mampu memetakan kebutuhan nyata para seniman di lapangan sekaligus menyusun arsip kebijakan kebudayaan kota yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Kenali Gejala dan Faktor Risiko Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat

Dengan semangat kolaborasi yang kuat, Heri Lentho optimistis bahwa Surabaya dapat naik kelas dari sekadar kota penyelenggara kegiatan seni menjadi kota yang benar-benar menghidupi kebudayaan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

“Ketika pemerintah berperan sebagai fasilitator yang responsif dan seniman ditempatkan sebagai subjek pembangunan, maka yang lahir bukan sekadar program rutin. Yang tumbuh adalah ekosistem yang sehat dan peradaban yang kuat. Surabaya memiliki semua potensi untuk mewujudkan hal tersebut,” pungkasnya.

TEMANISHA.COM