Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Fokus pada Ambang Batas Sampah dan Kajian Investasi, Danantara Buka Tender PSEL di 25 Kota

×

Fokus pada Ambang Batas Sampah dan Kajian Investasi, Danantara Buka Tender PSEL di 25 Kota

Sebarkan artikel ini
Danantara Indonesia membuka tender proyek Waste to Energy. (Foto: HUMAS PEMKOT SURABAYA)
toplegal

TOPMEDIA – Danantara Indonesia membuka tender proyek Waste to Energy (PSEL) di 25 kota. Proyek hanya bisa berjalan di daerah dengan volume sampah minimal 1.000 ton per hari dan lolos kajian teknis, finansial, serta manajemen risiko.

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) akan membuka tender proyek Waste to Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di 25 kota pada April 2026.

HALAL BERKAH

Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan gelombang pertama, seiring tingginya minat pemerintah daerah untuk mengembangkan fasilitas pengolahan sampah.

Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, menyebut hampir semua ibu kota provinsi akan mendapatkan fasilitas PSEL.

Baca Juga:  Resmikan 18 Gudang, Polri Siap Ekspansi Infrastruktur Pangan Nasional

“Ada 25 kota di batch kedua. Jadi hampir semua ibu kota provinsi akan mendapatkan fasilitas pengolahan sampah,” ujarnya dalam Afternoon Coffee Session di Wisma Danantara Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Lead of Waste-to-Energy sekaligus Director of Investment Danantara Investment Management (DIM), Fadli Rahman, menegaskan bahwa tidak semua daerah bisa langsung menjadi lokasi investasi.
Proyek PSEL hanya dapat dilakukan di wilayah dengan volume sampah minimal 1.000 ton per hari.

“Pemda harus siap, lokasinya pun harus sesuai dengan threshold yang ada di peraturan,” jelas Fadli.
Ia menambahkan bahwa proyek wajib lolos kajian teknis, komersial, finansial, hingga manajemen risiko.

“Harus lulus semua, supaya kita bisa masuk untuk modifikasi asli investasi tersebut,” katanya.

Baca Juga:  Kampung Nelayan Merah Putih Bentuk Komitmen Pemerintah untuk Kesejahteraan Nelayan

Dengan volume sampah yang besar, proyek PSEL diharapkan mampu mengurangi beban TPA sekaligus menghasilkan energi listrik ramah lingkungan.

Pada gelombang pertama, proyek PSEL di Bogor dan Denpasar dimenangkan oleh perusahaan China Zhejiang Weiming, sementara proyek Bekasi dimenangkan oleh Wangneng Environment Co., Ltd. Nilai investasi masing-masing proyek diperkirakan mencapai Rp 2,5 triliun hingga Rp 2,8 triliun. (*)

TEMANISHA.COM