TOPMEDIA – Industri film Indonesia terus menunjukkan daya saing yang kuat di tengah persaingan ketat dengan film impor dan platform digital.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa film lokal masih menjadi pemain utama di pasar dalam negeri.
Menurut data Kementerian Kebudayaan, jumlah penonton film Indonesia sepanjang 2025 mencapai 80,27 juta orang, dengan tren dua tahun terakhir konsisten di kisaran 80 juta penonton.
Fadli Zon menyebut capaian tersebut sebagai bukti bahwa film Indonesia sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
“Paling tidak penonton Indonesia stabil. Ini menunjukkan film Indonesia ditonton sekitar 60–70 persen di pasar domestik,” ujarnya, Minggu (11/1).
Film Indonesia juga berhasil mencetak rekor penonton. Film Agak Laen Menyala Pantiku menjadi film Indonesia terlaris dengan capaian 10,6 juta penonton.
Menurut Fadli, keberhasilan ini menunjukkan potensi besar industri film nasional untuk terus tumbuh.
Ia berharap budaya menonton di bioskop tetap terjaga meski tren global menunjukkan penurunan jumlah penonton bioskop akibat layanan over-the-top (OTT).
“Saya tahu di banyak negara semakin sedikit orang datang ke bioskop. Namun, saya kira menonton film di bioskop masih sangat penting bagi ekonomi budaya kita,” jelasnya.
Industri film Indonesia bukan hanya berperan sebagai media ekspresi budaya, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menunjukkan subsektor film, animasi, dan video menyumbang Rp 3,41 triliun terhadap PDB pada 2024.
Sementara itu, proyeksi global menyebutkan industri film Indonesia berpotensi memberikan kontribusi hingga USD 9,8 miliar ke PDB nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Selain kontribusi langsung terhadap PDB, industri film juga menciptakan lapangan kerja, mendorong investasi, dan memperkuat ekosistem kreatif nasional.
Potensi ini semakin besar dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap film lokal dan kehadiran talenta muda yang terus berinovasi.
Pemerintah berharap tren positif ini terus berlanjut, sehingga industri film tidak hanya memperkuat identitas budaya bangsa, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif nasional dengan potensi miliaran dolar di masa depan. (*)



















