TOPMEDIA – Perang Iran versus AS dan Israel menjadikan ongkos transportasi yang tidak murah, mereka membuat tarif bagi pelintas selat Hormuz.
Anggota Dewan Iran Alaeddin Boroujerdi, pada Ahad (22/3/2026) mengungkapkan bahwa Teheran telah memulai penerapan tarif 2 juta dolar AS bagi setiap kapal tanker yang ingin melintas di Selat Hormuz.
Seperti dilaporkan The Cradle, Selasa (24/3/2026), kebijakan Iran itu disebut Boroujerdi sebagai langkah menuju suatu “kedaulatan rezim” baru atas jalur laut strategis.
“Mengumpulkan 2 juta dolar AS biaya transit bagi kapal-kapal yang melintas di selat (Hormuz) merefleksikan kekuatan Iran,” ujar Boroujerdi kepada IRIB, menambahkan bahwa “perang memiliki ongkos.”
Selaku anggota Komite Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Parlemen, Boroujerdi mengatakan bahwa tarif perlintasan di Selat Hormuz merefleksikan tuntutan atas kontrol setelah beberapa dekade penerapan norma yang kemudian dibalikkan oleh serangan AS-Israel terhadap Iran.
Media Barat seperti Bloomberg dan Llyod’s List Intelengence melaporkan bahwa Iran memulai menerapkan tarif tol terhadap kapal-kapal tanker yang ingin melintasi secara aman di Selat Hormuz.
Teheran Siapkan Beleid untuk Pajaki Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
Pembayaran yang dilaporkan dasar permintaan Iran berdasarkan tujuan spesifik, di mana beberapa kapal sudah mematahui aturan yang secara efektif menciptakan sebuah sistem pembayaran informal tol di salah satu koridor energi paling penting di dunia.
Mekanisme pemungutan tarif belum ditentukan mulai bagaimana kapal-kapal melakukan pembayaran dan mata uang apa yang digunakan.
Beberapa pejabat Iran mengatakan bahwa penerapan tarif di Selat Hormuz, sebagai bagian dari pendekatan lebih luas pada masa perang, guna membiaya beban finansial dari eskalasi militer dan disrupsi keamanan maritim yang masih berlangsung.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka, namun masih hanya untuk negara-negara yang dianggap bersahabat.
Iran saat ini mempersilakan kapal-kapal dari negara tak terlibat agresi untuk melintas, sambil membatasi kapal yang terkait dengan negara yang terlibat dalam serangan terhadap Iran.
Ada lima negara yaitu China, India, Turki, Pakistan, dan Thailand yang telah berkoordinasi atau bernegosiasi langsung dengan otoritas Iran agar bisa melintas secara aman. (ton/top)



















