TOPMEDIA – Menyadari tingginya tingkat kecemasan mahasiswa di tengah tuntutan akademik dan ibadah puasa Ramadan, Student Union (SU) Psikologi Universitas Ciputra (UC) Surabaya bersama Student Welfare (SW) menginisiasi kegiatan Art Exhibition & Workshop bertema Exhale pada 23–25 Februari 2026 di Corepreneur UC.
Program ini dirancang sebagai ruang aman untuk refleksi, healing, sekaligus penguatan mental mahasiswa.
Hasil asesmen Student Welfare menunjukkan banyak mahasiswa menghadapi tantangan psikologis, mulai dari persoalan pribadi, keluarga, hingga tekanan akademik. Menanggapi hal tersebut, SU Psikologi menghadirkan Exhale sebagai intervensi kreatif berbasis seni.
“Mahasiswa membutuhkan ruang tenang, sehingga hadirlah intervensi yang ringan, kreatif, dan tetap bermakna,” jelas Meilani Sandjaja, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Dosen Psikologi sekaligus Pembina SU Psikologi, Selasa (24/2/2026).
Konsep Kegiatan
Exhale terdiri dari dua bentuk utama, yang pertama yakni art exhibition yang menampilkan karya seni dari Unit Kegiatan Mahasiswa Canvas dan Artupic, SU Fashion Design and Business, serta Vin Autism Gallery.
Pameran ini menjadi ruang seni untuk ketenangan sekaligus inklusi bagi penyandang autisme.
Yang kedua yakni booth activity & workshop yang menghadirkan sesi interaktif seperti painting, journaling, grounding station, mailbox kata positif, hingga workshop ekspresif.
“Intervensi berbasis data ini menjadi contoh bagaimana hasil asesmen tidak berhenti sebagai laporan, tetapi diterjemahkan menjadi aksi nyata di tengah meningkatnya kesadaran akan isu mental health,” tambah Meilani.
Makna Ramadan dan Dukungan Psikologis
Head Student Welfare UC, Stefany Livia Prajogo, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menekankan bahwa konsep Exhale mengajak mahasiswa untuk menghembuskan beban pikiran dan menemukan ketenangan melalui seni.
“Momentum Ramadan memperkuat makna kegiatan ini. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian emosi dan penguatan mental. Exhale hadir sebagai ruang jeda agar mahasiswa tetap seimbang secara psikologis,” ujarnya.
Program Exhale menjadi bukti kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan mental rekan-rekannya.
Dengan seni sebagai medium healing, UC Surabaya berupaya membangun ekosistem kampus yang sehat secara mental dan inklusif.
“Yang menarik, program ini sepenuhnya digagas oleh mahasiswa untuk mahasiswa,” pungkas Stefany. (*)



















