Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Ekonomi Jawa Timur Diprediksi Tumbuh Hingga 5,7 Persen, Konsumsi dan Investasi Jadi Motor Utama

×

Ekonomi Jawa Timur Diprediksi Tumbuh Hingga 5,7 Persen, Konsumsi dan Investasi Jadi Motor Utama

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur diproyeksi akan tetap solid dan berdaya tahan sepanjang 2026. Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jatim berada di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen (year-on-year/yoy), ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang kuat, investasi strategis, serta permintaan eksternal yang terjaga.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, menyampaikan bahwa proyeksi ini sangat bergantung pada respons kebijakan dan sentimen pasar terhadap arah kebijakan fiskal dan moneter, baik di tingkat pusat maupun daerah.

HALAL BERKAH

“Ini tergantung nanti respon kebijakan dan indikator sentimen terkait kebijakan yang bisa lebih mendukung pertumbuhan ekonomi. Kalau positif, kisarannya bisa mendekati batas atas,” ujarnya dalam Media Briefing di Surabaya, Senin (9/2/2026).

Baca Juga:  Pemerintah Pastikan Pasokan Solar Surplus, SPBU Swasta Wajib Beli ke Pertamina

Dari sisi inflasi, Ibrahim memperkirakan Jawa Timur akan tetap berada dalam rentang sasaran nasional, yakni 2,5 persen ±1 persen.

Hal ini didukung oleh koordinasi aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta penguatan sinergi antarinstansi.

Konsumsi Rumah Tangga dan Stimulus Fiskal

Ibrahim menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga diprediksi menjadi motor utama pertumbuhan, seiring meningkatnya keyakinan konsumen dan penjualan ritel.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jawa Timur pada akhir 2025 diperkirakan berada di bawah realisasi nasional sebesar 123,5, namun tahun ini diproyeksikan naik menjadi sekitar 128.

Penjualan eceran juga diperkirakan tumbuh 3 persen atau lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Pemerintah turut mendorong konsumsi melalui berbagai program, seperti perpanjangan insentif PPh

Baca Juga:  Perkuat Kedaulatan Pangan, Danantara via ID FOOD Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi di 6 Provinsi

Final UMKM 0,5 persen dan insentif PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk sektor pariwisata hingga Desember 2026.

Selain itu, insentif PPh Pasal 21 DTP bagi industri padat karya juga diperpanjang hingga akhir tahun, disertai perluasan Jaminan Kematian (JKM) untuk pekerja bukan penerima upah (BPU).  “Ada berbagai program yang mendukung konsumsi, ketenagakerjaan, dan investasi,” kata Ibrahim.

Investasi Strategis dan Proyek Prioritas

Selain konsumsi, investasi diperkirakan akan terakselerasi berkat aktivitas manufaktur yang masif dan berlanjutnya proyek strategis. Ibrahim menyebutkan bahwa perbaikan infrastruktur dan konektivitas di kawasan industri dan ekonomi khusus telah mendorong masuknya investasi baru.

Beberapa sektor yang mencatat investasi eksisting di Jawa Timur antara lain industri logam dasar dan barang logam di Gresik dan Sidoarjo, industri makanan di Pasuruan dan Jombang, pembangunan pabrik kimia dan kaca di Gresik, serta pengembangan lapangan migas Blok Cepu di Bojonegoro.

Baca Juga:  Ini Saran Indef untuk Meningkatkan Kredit Perbankan Jelang Ramadan

“Terkait ekspor, kita lihat manufaktur di negara mitra dagang utama masih positif. Ini kita harapkan bisa terus mendukung kinerja ekspor Jawa Timur,” tambah Ibrahim. (*)

TEMANISHA.COM