Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Ekonomi Indonesia Kuartal IV 2025 Terkoreksi Imbas Banjir dan Longsor di Sumatera

×

Ekonomi Indonesia Kuartal IV 2025 Terkoreksi Imbas Banjir dan Longsor di Sumatera

Sebarkan artikel ini
Dampak bencana Sumatera menekan konsumsi, investasi, hingga tenaga kerja. (Foto: Instagram/@alivikri)
toplegal

TOPMEDIA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 diperkirakan terkoreksi menjadi 5,1–5,15% akibat bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera.

Koreksi ini diprediksi ikut menekan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2025 yang semula diperkirakan berada di kisaran 5,06%.

HALAL BERKAH

Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, menyebut bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berdampak langsung terhadap produksi dan konsumsi di 52 kabupaten.

Ketiga provinsi tersebut menyumbang sekitar 5% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sehingga gangguan ekonomi di wilayah itu berpengaruh signifikan terhadap capaian nasional.

Secara rinci, Faisal menjelaskan Aceh menanggung beban terberat dengan koreksi pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 mencapai minus 0,44%.

Baca Juga:  Di Surabaya, Nutup Jalan Demi kepentingan Pribadi Sekarang Kena Sanksi Berat! Ini Aturannya

Sementara Sumatera Utara terkoreksi minus 0,15% dan Sumatera Barat minus 0,36%. Selain itu, investasi dan penyerapan tenaga kerja di wilayah terdampak juga diperkirakan terpangkas, terutama di sektor konstruksi dan transportasi.

Biaya pemulihan infrastruktur fisik akibat bencana ditaksir mencapai Rp 77,4 triliun. Angka tersebut belum mencakup kerugian nonfisik seperti lumpuhnya aktivitas ekonomi rumah tangga, trauma psikis masyarakat, serta ketertinggalan pendidikan anak-anak di daerah terdampak.

“Kontribusinya cukup besar, sehingga gangguan ekonomi di wilayah itu berpengaruh terhadap pertumbuhan nasional,” ujar Mohammad Faisal dikutip dari Detikcom, Selasa (6/1/2026).

Faisal menambahkan, jika pertumbuhan kuartal IV 2025 hanya berada di kisaran 5,1–5,15%, maka kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun hanya sekitar 5,03–5,04%. Hal ini lebih rendah dari perkiraan awal sebesar 5,06%.

Baca Juga:  Kereta Api Jadi Pilihan Favorit Turis Asing Jelajahi Jawa selama Libur Nataru

Sementara itu, Ekonom Senior INDEF, Tauhid Ahmad, menyampaikan pandangan serupa. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2025 berada di kisaran 5,06–5,07% dengan catatan kuartal IV mampu mencapai 5,2%.

Menurutnya, momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta penyerapan belanja pemerintah biasanya menopang konsumsi masyarakat pada kuartal akhir.

“Kalau kuartal keempat masih sekitar 5,2%, paling tinggi 5,06% atau 5,07% di 2025. Namun dampak bencana di tiga provinsi pasti memberi tekanan terhadap rata-rata nasional,” jelas Tauhid.

“Dampaknya muncul di Desember dan perhitungannya biasanya baru terlihat pada kuartal I 2026, tetapi pasti memberi tekanan terhadap rata-rata nasional,” tutup Tauhid. (*)

TEMANISHA.COM