TOPMEDIA – Kabar duka menyelimuti dunia usaha Tanah Air. Salah satu tokoh paling berpengaruh dalam kancah ekonomi Indonesia, Michael Bambang Hartono, tutup usia.
Pimpinan Grup Djarum tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Singapura pada Kamis (19/3) pukul 13.15 waktu setempat.
Kabar kepergian sosok yang dikenal rendah hati namun bertangan dingin dalam berinvestasi ini dikonfirmasi langsung oleh Corporate Communication Senior Manager Grup Djarum, Budi Darmawan.
“Keluarga Besar PT Djarum berduka cita mendalam atas wafatnya pimpinan kami, Pak Michael Bambang Hartono,” ujar Budi saat dikonfirmasi, Kamis (19/3/2026).
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih melakukan koordinasi terkait proses pemulangan jenazah dari Singapura ke Indonesia.
Mengenai rumah duka maupun rencana prosesi pemakaman, Budi menyebut semuanya masih dalam tahap pembicaraan internal keluarga besar.
“Segera akan kami informasikan lebih lanjut,” tambahnya singkat.
Wafatnya Michael Bambang Hartono bukan hanya duka bagi karyawan PT Djarum, melainkan juga kehilangan besar bagi Indonesia.
Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, Michael merupakan sosok di balik raksasa bisnis yang menggurita di berbagai sektor.
Salah satu langkah fenomenalnya yang paling dikenang dalam sejarah ekonomi nasional adalah keberaniannya mengambil alih saham mayoritas Bank Central Asia (BCA).
Langkah strategis itu dilakukan saat keluarga Salim kehilangan kendali akibat terpaan krisis ekonomi Asia pada 1997-1998.
Keputusan tersebut terbukti sangat jitu. Investasi di sektor perbankan itu tidak hanya memperkuat fondasi kerajaan bisnis Djarum, tetapi juga mengukuhkan posisi Michael di jajaran puncak orang terkaya di Indonesia selama bertahun-tahun.
Meski menyandang status sebagai salah satu orang terkaya, Michael dikenal sebagai pribadi yang jauh dari kesan glamor.
Ia kerap tertangkap kamera sedang menikmati kuliner kaki lima, sebuah pemandangan yang menunjukkan sisi kemanusiaannya yang bersahaja.
Selain di dunia bisnis, kontribusinya di bidang olahraga juga tak main-main. Melalui PB Djarum, ia berperan besar dalam melahirkan legenda-legenda bulu tangkis dunia dari Indonesia.
Ia juga dikenal sebagai atlet bridge andalan Indonesia yang pernah menyumbangkan medali perunggu di ajang Asian Games. Ini membuktikan bahwa dedikasinya tidak hanya terbatas pada angka-angka di atas kertas laporan keuangan.
Kepergian sang maestro bisnis ini meninggalkan warisan berharga berupa etos kerja keras dan visi jangka panjang yang telah membentuk wajah industri modern Indonesia. Selamat jalan, Pak Bambang. (*)



















