TOPMEDIA – Bernardo Tavarez harus berhadapan dengan Paul Munster. Kali ini Persebaya akan menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC di pekan ke-21 BRI Super League, Sabtu (14/2/2026) di Gelora Bung Tomo, Surabaya, pukul 19.00 WIB.
Bajul ijo dalam fase ‘mode serius’ di putaran kedua ini. Sebelumnya, Bruno Moriera dkk sukses menggilas Bali United 1-3 di pekan ke-20, sementara Bhayangkara kalah di Lampung dari Pesut Etam Borneo FC.
Kondisi dan situasi ini membuat pelatih Persebaya asal Portugal ini percaya diri dengan anak asuhnya meski sedang timpang kedalamannya.
Bermain di hadapan Bonek dan Bonita, Persebaya memasang target tiga poin penuh. Namun, Tavarez secara realistis mengakui lawan yang dihadapi bukan tim baru meski secara hitungan mereka adalah tim promosi di tahun ini.
Di prematch press conference (PMPC), Jumat (6/2), Bernardo Tavarez menyatakan dirinya siap menghadapi Subo Seto dkk. “Besok kita harus menang dengan tim yang banyak pemain berpengalaman di liga Indonesia,” kata Tavarez tegas.
Pelatih plontos ini mengakui bahwa Bhayangkara adalah tim yang bagus dan kuat dengan pemain yang mampu melakukan transisi menyerang dan bertahan bagus.
“Tim ini juga memiliki kecepatan dan tembakan jarak jauh, kami harus waspada akan hal itu,” kata mantan pelatih PSM Makassar ini.
“Kita tahu tim ini (Bhayangkara) punya banyak pemain yang dapat menentukan permainan. Tapi, kita juga mengatur strategi untuk hasil yang baik, dan lebih penting adalah kehadiran Bonek dan Bonita” jelas Tavarez.
Seperti sebelumnya, Tavares berharap banyak kedatangan suporter untuk membakar semangat pemain. “Saya pikir pertandingan terakhir kita di sini melawan Dewa United memiliki suasana yang fantastis. Sayangnya, kita tidak bisa menang” lanjutnya.
“Kita tahu bahwa besok pertandingan akan sangat sulit, tetapi kita akan mencoba melakukan yang terbaik. Saya percaya bahwa para pemain akan mencoba melakukan yang terbaik. Sayangnya, kita tidak 100 persen,” paparnya.
“Kami memiliki beberapa pemain yang sakit, beberapa lainnya cedera, tetapi kami akan mencoba melakukan yang terbaik,” sahut Tavarez penuh keyakinan.
Paul Munster yang pernah menangani Persebaya dua musim tentu memiliki banyak pengetahuan soal tim dan karakter pemain yang pernah dia tukangi.
Tak mau kalah, meski Munster diakui memiliki banyak skema dan strategi, Tavarez menjelaskan bahwa dirinya juga memiliki banyak strategi untuk berhadapan dengan tim yang berbeda-beda karakteristiknya.
“Tentu saja, ada situasi di mana kita perlu berhati-hati karena jika itu adalah kekuatan tim lawan, kita perlu menghindari beberapa situasi tersebut,” sambungnya.
“Namun, saya percaya bahwa tim kita akan berusaha untuk mempertahankan hal-hal baik yang telah kita lakukan di pertandingan terakhir dan mencoba untuk memperbaiki hal-hal yang belum kita lakukan dengan baik.”
Merujuk pada pertemuan di putaran pertama, Persebaya nyaris memboyong tiga poin saat masih dengan caretaker Uston Nawawi. Kemenangan menjadi keharusan bagi Persebaya hari ini.
“Saya tidak ingin berandai-andai jika tim kami menang atau bagaimana kalau kemenangan gagal diraih. Pertama, kita harus fokus melawan tim lawan yang kuat, yang di putaran pertama Persebaya sempat unggul sampai injury time, dan sayangnya kebobolan gol dari lemparan ke dalam dan berakhir imbang,” ungkap Tavarez.
Dengan memenangkan pertandingan secara otomatis akan berangsur merangsek secara poin. “Jadi, pertama kita harus fokus pada pertandingan. Setelah menang, itu lain ceritanya. Tapi tidak ada yang memberi apa pun kepada siapa pun. Kita harus bekerja keras dan besok akan menjadi pertandingan yang sulit. Jadi, jika kita ingin menang, kita harus menunjukkannya di lapangan,” lanjutnya.
Saat PMPC kemarin, Rahmat Irianto tampak mendampingi Tavares. Putra sulung mendiang legenda Bejo Sugiantoro ini mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya akan bermain all out dan siap memenangkan pertandingan malam nanti.
“Saya mewakili teman-teman. Tentunya para pemain sudah siap buat pertandingan besok. Dan yang pasti kita tidak meremehkan lawan karena kita tahu Bhayangkara juga mengambil pemain-pemain baru dan mereka pemain-pemain bagus juga. Ya, intinya kita berjuang untuk tiga poin,” ucap alumni binaan Persebaya ini.
Rian menceritakan kondisi mental rekan-rekannya setelah bersama pelatih baru. Ia mengatakan bahwa setiap pelatih memiliki ciri masing-masing dalam pendekatan dengan pemain.
“Tentunya setiap pelatih mempunyai karakter yang berbeda-beda. Jadi dengan sebelumnya juga kita merasakan dan Coach datang ini membawa motivasi, membawa semangat baru buat teman-teman.
“Mas bisa lihat bahwa pertandingan kemarin mungkin banyak video yang tersebar seperti Alfan yang diberi motivasi sendiri itu memang betul adanya seperti itu. Memang beliau bukan hanya sekedar menjadi Bapak di sini, beliau juga sebagai motivator” pungkas Rian. (*)



















