TOPMEDIA – Peristiwa aneh terjadi di Bundesliga. Ayah pemain belia Jobe Bellingham lagi jadi sorotan setelah kedapatan marah-marah karena anaknya diganti.
Hal itu terjadi saat Borussia Dortmund diimbangi St Pauli 3-3 pada laga perdana Bundesliga, setelah dua kali unggul pada akhir pekan kemarin.
Jobe dinilai pelatih bermain sangat buruk hingga pemain berusia 19 tahun itu harus digantikan Felix Nmecha saat turun minum.
Namun, Mark dan Denise Bellingham geram atas keputusan itu. Mereka mendatangi Sebastian Kehl selalu Direktur Olahraga Dortmund dan protes atas digantinya putra mereka.
Aksi orangtua kandung Jobe dan Jude Bellingham (Real Madrid) ini membuat ruang ganti Dortmund memanas karena tidak seharusnya pihak di luar tim, tak terkecuali orang tua pemain, berhak mencampuri kewenangan pelatih.
Atas hal itu, Dortmund menerapkan aturan baru bahwa area ruang ganti dan sekitarnya, tidak boleh dimasuki oleh orang-orang yang tidak berkepentingan. Hanya pemain, pelatih, dan ofisial klub yang diizinkan.
“Saya tidak mau bicara soal ini sebenarnya. Kami tidak mau berkomentar, karena hanya akan menambah keruh suasana,” kata Managing Director Dortmund, Lars Ricken di ESPN.
“Kami bisa mendatangkan Jobe Bellingham karena membangun hubungan baik dengan kedua orang tuanya selama bertahun-tahun. Kini keluarganya khusus datang dari Inggris untuk menonton laga pertama anaknya di Bundesliga dan ingin bertemu Jobe di bus setelah pertandingan,” sambungnya.
“Lalu, mereka malah berdiri di depan lorong menuju ruang ganti dan bicara dengan nada tinggi bersama Sebastian, yang mana itu bukan masalah besar jika melihat bagaimana hubungan kami. Semua sudah selesai.
Padahal, di Indonesia melalui aturan PSSI dalam turunan aturan pada operator, ruang ganti tidak dapat dimasuki siapapun kecuali official dan tim, sekalipun pejabat dan kepala negara.
Jika ada kehadiran Presiden, kepala daerah, dan pejabat pemerintah, harus berkoordinasi dengan perangkat liga, untuk meminta ijin.
Apa yang terjadi keluarga Jobe ini sepertinya menjadi hal inik di sebuah negara yang juara dunia sebanyak empat kali itu. (*)