Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Dorong Penyerapan Tenaga Kerja, Penguatan Sektor Manufaktur Jadi Strategi

×

Dorong Penyerapan Tenaga Kerja, Penguatan Sektor Manufaktur Jadi Strategi

Sebarkan artikel ini
Pentingnya penguatan sektor manufaktur padat karya untuk meningkatkan kualitas penyerapan tenaga kerja. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Penguatan sektor manufaktur padat karya harus menjadi strategi utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyerapan tenaga kerja. Saat ini Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren penurunan tingkat pengangguran.

Menurut Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, sektor manufaktur memiliki karakteristik yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, terutama bagi kelompok usia produktif yang terus bertambah.

HALAL BERKAH

“Terutama bagi kelompok usia produktif yang terus bertambah,” kata Yusuf saat dihubungi di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Data BPS menunjukkan bahwa pada November 2025 jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,35 juta orang, turun sekitar 109 ribu dibandingkan Agustus 2025.

Penurunan ini sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk bekerja yang mencapai 147,91 juta orang, naik 1,37 juta orang dalam periode yang sama.

Baca Juga:  18.614 UMKM Terlibat Program Makan Bergizi Gratis, Serap 2,25 Juta Tenaga Kerja

Meski demikian, Yusuf menegaskan bahwa kualitas pekerjaan yang tersedia belum sepenuhnya membaik. Proporsi pekerja di sektor informal masih tinggi, dengan upah rendah dan minim perlindungan sosial.

“Hal ini mengonfirmasi bahwa penurunan pengangguran belum sepenuhnya mencerminkan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja, melainkan lebih banyak bersumber dari ekspansi pekerjaan berproduktivitas rendah,” ujarnya.

BPS mencatat, pada November 2025 jumlah penduduk bekerja di sektor informal mencapai 85,35 juta orang atau 57,70 persen, sedangkan pekerja di sektor formal hanya 62,57 juta orang atau 42,30 persen.

Kondisi ini menunjukkan perlunya kebijakan yang lebih fokus pada penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Dalam konteks tersebut, Yusuf menekankan bahwa arah kebijakan pembangunan harus difokuskan pada pemulihan dan ekspansi industri manufaktur padat karya.

Baca Juga:  Realisasi KUR 2025 Capai Rp270 Triliun, Didominasi Penyaluran ke Sektor Produktif

“Pemerintah harus memastikan investasi yang masuk benar-benar mendorong sektor manufaktur, bukan hanya sektor padat modal,” tegasnya.

Dengan langkah ini, diharapkan penurunan pengangguran dapat diikuti oleh peningkatan kesejahteraan tenaga kerja secara menyeluruh. (*)

TEMANISHA.COM