TOPMEDIA – Perum Bulog mendapat angin segar dari pemerintah setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyetujui pemberian subsidi bunga pinjaman sebesar 2%.
Kebijakan ini bertujuan mendukung penugasan Bulog dalam menyerap gabah dan jagung dari petani, sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan dalam pertemuan dua hari lalu.
“Bapak Menteri Keuangan sudah memberikan green light bahwa Bulog diberikan subsidi bunga sebanyak 2%,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).
Rizal menjelaskan, Bulog akan mendapatkan fasilitas bunga dari Bank Himbara sebesar 4%.
Namun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, separuh beban bunga akan ditanggung pemerintah. “Yang 4% itu ditanggung 2% oleh Bulog dan 2% oleh pemerintah,” terangnya.
Rizal berharap kebijakan ini dapat memperkuat posisi Bulog sebagai lembaga yang profesional dan mandiri dalam menjalankan penugasan pangan nasional.
“Harapan kami dengan bantuan ini Bulog semakin sehat, tidak terlalu banyak bunga yang harus ditanggung sehingga ke depan bisa lebih mandiri dan maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya petani di daerah,” ujarnya.
Bulog menyiapkan anggaran sebesar Rp68,6 triliun untuk pengadaan gabah, kedelai, dan jagung. Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2026, target pengadaan gabah setara beras untuk penguatan stok cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 4 juta ton tahun ini.
Hingga 13 April, realisasi penyerapan gabah petani telah mencapai 48,7% dari target, atau setara 1,9 juta ton beras.
Stok CBP saat ini mencapai 4,72 juta ton dan diprediksi menembus 5 juta ton dalam waktu dekat.
“Prediksi kami dalam seminggu ke depan stok beras Bulog di gudang bisa mencapai 5 juta ton,” kata Rizal optimistis. (*)



















