TOPMEDIA – Pemerintah bersama pelaku ritel nasional menggelar program diskon besar-besaran menjelang Lebaran 2026 melalui kampanye Belanja di Indonesia Aja (BINA).
Sebanyak 414 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia ikut serta, dengan potongan harga hingga 80 persen.
Program ini ditargetkan mendorong transaksi hingga Rp 53 triliun, sekaligus memperkuat konsumsi domestik selama Ramadan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah memantau langsung pelaksanaan BINA sebagai bagian dari strategi menjaga pertumbuhan ekonomi kuartal pertama.
“Saya monitor BINA targetnya sekarang Rp 53 triliun dan ini naik 20 persen dibandingkan tahun yang lalu. Kami berharap momentum ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama,” ujarnya.
Kolaborasi Ritel dan UMKM
Menteri Perdagangan Budi Santoso menambahkan, BINA Lebaran merupakan kolaborasi antara pemerintah, pelaku ritel modern, pusat perbelanjaan, dan UMKM.
“Ini instrumen untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan konsumsi domestik. Kolaborasi ini melibatkan ritel modern, department store, mall, dan juga UMKM,” jelasnya.
Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah menyebut program ini berlangsung dari 6 hingga 30 Maret 2026, melibatkan sekitar 800 merek ritel dan 80 ribu toko.
Produk yang ditawarkan mencakup makanan, minuman, fesyen, elektronik, hingga kebutuhan kesehatan.
“Belanja di Indonesia Aja ini memang kita buat untuk memperkuat perekonomian di dalam negeri. Stok lokal cukup terjaga,” katanya.
Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan tren kunjungan ke pusat perbelanjaan mulai meningkat.
“Tingkat kunjungan sampai saat ini terpantau naik 10–15 persen dan kami prediksi ini akan terus bertahan sampai setelah Idulfitri,” ujarnya.
Menurut Alphonzus, puncak belanja terjadi dua pekan menjelang Lebaran, saat masyarakat mempersiapkan kebutuhan mudik dan hari raya. Setelah Idulfitri, pola kunjungan bergeser ke aktivitas hiburan dan konsumsi makanan. (*)



















