TOPMEDIA – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu dilibatkan dalam pengembangan sektor pariwisata nasional. Menurut Anggota DPR Komisi VII Putra Nababan, meski investasi pariwisata tumbuh 52,6% atau senilai Rp53 triliun, pelaku UMKM masih belum menikmati hasil secara signifikan.
Putra menjelaskan bahwa kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pariwisata menjadi indikator jelas bahwa kue ekonomi belum menetes deras ke UMKM.
“Kontribusi PDB sektor pariwisata itu adalah indikator paling keras untuk melihat bahwa kue ekonomi pariwisata belum menetes deras ke UMKM,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Ia menyoroti investor besar yang membangun hotel bintang lima, resor internasional, dan taman hiburan raksasa seringkali membawa rantai pasok sendiri melalui impor, sehingga UMKM lokal hanya menjadi penonton.
Putra menambahkan, rasio partisipasi UMKM dalam event pariwisata juga masih rendah. Dari 194 event dengan perputaran ekonomi Rp23,76 triliun, hanya 20.877 UMKM yang terlibat.
“Jika dirata-rata, satu event besar hanya melibatkan sekitar 100-an UMKM. Angka 20.877 UMKM jika dibandingkan dengan total 64 juta UMKM di Indonesia sangat rendah,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti capaian 2.885 sertifikasi halal di desa wisata yang menurutnya masih sebatas administratif dan belum mencerminkan kesejahteraan ekonomi pelaku UMKM.
Untuk meningkatkan kesejahteraan UMKM, Putra mendorong pemerintah agar mewajibkan setiap investasi skala besar menandatangani kontrak dengan UMKM lokal sebagai syarat izin operasional.
Ia juga mengusulkan Kementerian Pariwisata menyediakan rumah agregator di destinasi wisata untuk mengkurasi pasokan UMKM dan menyuplai kebutuhan hotel besar.
“Ketika UMKM itu bisa menyiapkan pengadaan seperti sabun, sandal hotel, sayur, bahan makanan itu bersumber dari 50 km sekitar destinasi pariwisata. Itu keberpihakan,” tegasnya.
Dengan integrasi rantai pasok lokal dan dukungan kebijakan pemerintah, UMKM diharapkan tidak lagi sekadar menjadi penonton, melainkan turut menikmati manfaat investasi pariwisata yang terus tumbuh. (*)



















