Menurut Prabowo, sejak program MBG diluncurkan, tidak sedikit pihak yang langsung meragukan keberhasilannya. Ia pun secara terbuka meminta agar seluruh rekaman kritik tersebut dikumpulkan.
“Pak Qodari, tolong dikumpulkan ya, video klip-video klip yang meramalkan kita pasti gagal,” ujar Prabowo.
Ia juga menyinggung adanya tuduhan yang menyebut MBG sebagai bentuk penghinaan terhadap bangsa. Prabowo menilai anggapan tersebut tidak berdasar karena program itu bertujuan membantu anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak.
“Ada yang mengatakan saya menghina bangsa Indonesia, ‘MBG ini penghinaan kepada bangsa Indonesia’. Kita mau menyelamatkan anak-anak kita, dibilang menghina,” tegasnya.
Prabowo menilai penting untuk menyimpan jejak digital dari berbagai kritik tersebut sebagai dokumentasi. Bahkan dengan nada berkelakar, ia mengatakan ingin menontonnya kembali secara rutin.
“Ini harus ada rekam digital, direkam semua. InsyaAllah kita mencapai 80 sekian juta. Saya minta supaya saya bisa tiap malam lihat-lihat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo memaparkan capaian pelaksanaan MBG hingga saat ini. Ia menyebut program tersebut telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat di berbagai daerah.
“Kita sudah berhasil memiliki 22.275 SPPG, bahkan sudah sampai 23.000 SPPG, yaitu dapur di 38 provinsi seluruh Indonesia. Jumlah ini kira-kira setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan tiap hari,” klaimnya.
Ia menambahkan, skala tersebut juga bisa dibandingkan dengan memberi makan sepuluh kali jumlah penduduk Singapura atau dua kali jumlah penduduk Malaysia setiap hari.
Prabowo menutup pernyataannya dengan kembali menyinggung kritik yang muncul pada awal program berjalan. Menurutnya, dalam satu hingga dua bulan pertama saja, MBG sudah diprediksi akan gagal oleh sejumlah pihak. (*)