Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
INTERNATIONAL

Di Tengah Ketidakpastian Geopolitik, Thailand Gratiskan Penerbangan Domestik

×

Di Tengah Ketidakpastian Geopolitik, Thailand Gratiskan Penerbangan Domestik

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Thailand membuat gebrakan yang tak biasa. Di saat banyak maskapai membatalkan penerbangan mereka, lain lagi dengan negeri Gajah Putih, Thailand.

Selama ini, konflik Timur Tengah membuat industri penerbangan global ketar-ketir. Thailand berpikir keras dengan menggelar penerbangan gratis.

HALAL BERKAH

Puttipong Prasarttong-Osoth, Presiden Asosiasi Maskapai Penerbangan Thailand (AAT), mengatakan bahwa pada tanggal 13-14 Maret, asosiasi tersebut mengadakan pertemuan dengan para eksekutif senior dari maskapai anggotanya. Antara lain maskapai Bangkok Airways, Thai AirAsia, Thai AirAsia X, Nok Air, Thai Lion Air, dan Vietjet Thailand, seperti dikutip dari The Nation pada Jumat (20/3/2026).

Petinggi Maskapai Thailand itu membahas kondisi terkini industri penerbangan, termasuk biaya operasional maskapai yang disebabkan oleh fluktuasi harga minyak di tengah ketegangan geopolitik di beberapa wilayah.

Ketegangan ini menciptakan ketidakpastian harga energi global, dan dapat memengaruhi stabilitas biaya industri penerbangan.

Asosiasi penerbangan itu percaya bahwa pemerintah harus mempertimbangkan langkah-langkah bantuan jangka pendek untuk mengurangi dampak pada industri penerbangan.

Hal itu terkhusus pengurangan sementara pajak cukai bahan bakar jet untuk penerbangan domestik.

Baca Juga:  Pramugari Bertengkar di Pesawat, Penerbangan United Airlines Ditunda Berjam-jam

Kebijakan ini akan sangat membantu menurunkan biaya operasional maskapai dan menjaga harga tiket pesawat tetap wajar bagi masyarakat dan wisatawan, sebab perjalanan domestik memainkan peran penting dalam mendistribusikan pendapatan ke berbagai daerah.

“Adanya langkah-langkah dukungan yang tepat pada saat industri penerbangan menghadapi volatilitas akibat faktor eksternal akan membantu memperkuat daya saing Thailand dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Selain itu, pertemuan tersebut juga menindaklanjuti kemajuan proyek-proyek utama asosiasi, seperti skema tarif penerbangan khusus untuk festival Songkran 2026, di mana maskapai anggota bekerja sama untuk menambah penerbangan khusus dan memangkas harga tiket maksimum hingga 30%.

“Strategi utama saat ini adalah segera mencari pasar pengganti dari destinasi jarak pendek seperti Tiongkok dan ASEAN. Jika memungkinkan, kami juga ingin melihat langkah-langkah promosi terkait tiket pesawat untuk perjalanan ke kota-kota sekunder di Thailand, karena ini akan menjadi faktor penting lainnya dalam membantu Thailand bersaing dengan negara-negara saingan seperti Vietnam dan Tiongkok,” jelasnya.

Ada pula Adith Chairattananon, Sekretaris Jenderal Asosiasi Agen Perjalanan Thailand (ATTA), ia mengatakan pasar wisatawan Tiongkok tetap menjadi sumber utama pengunjung asing ke Thailand.

Baca Juga:  Jerman Bakal PHK 50 Ribu Pekerja Perusahaan Otomotif

Wisman Tiongkok adalah harapan utama industri di tengah ketegangan di Timur Tengah. Berdasarkan angka pemesanan di muka, meskipun belum ada dampak yang terlihat untuk April-Mei, dengan pemesanan kursi di awal sudah mencapai 60%.

“Strategi untuk menghidupkan kembali pasar pariwisata Tiongkok, yang harus terus diupayakan Thailand, adalah promosi pariwisata dua arah sebagai strategi saling menguntungkan. Hal ini telah membantu meningkatkan proporsi penumpang Thailand pada rute Thailand-Tiongkok menjadi 30-40%, dari hanya 10% sebelum wabah Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk pasar Eropa, yang melakukan perjalanan melalui perusahaan anggota ATTA, didapatkan data bahwa setelah insiden di Timur Tengah, jumlahnya turun hingga 30%.

Oleh karena itu, pasar lain harus segera dicari jalan terbaik untuk mengimbangi kerugian tersebut, seperti menarik wisatawan dari Asia Tengah untuk transit di Tiongkok sebelum datang ke Thailand.

Gubernur TAT, Thapanee Kiatphaibool mengatakan lembaga tersebut akan fokus pada pencarian pasar pengganti untuk wisatawan jarak jauh yang hilang dengan memperluas pasar jarak pendek di Asia, termasuk Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, India, Malaysia, Indonesia, dan Singapura, serta negara-negara Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS).

Baca Juga:  Surabaya Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Voli Wanita U21 FIVB 2025, Ini Persiapan dan Harapan Pemkot

Kemudian tak lupa, TAT akan menggunakan sisa anggaran dari proyek “Thailand Summer Blast” guna mendukung maskapai penerbangan untuk menambah lebih banyak penerbangan ke kota-kota besar dan kota-kota sekunder secara berkelanjutan.

Batas waktu bagi maskapai penerbangan untuk mengajukan dukungan telah diperpanjang hingga Juli 2026. TAT akan berupaya merevisi persyaratan tambahan untuk mendukung penerbangan pasar jarak jauh untuk dipertimbangkan oleh Kabinet baru.

“Dan proyek lain yang akan dihidupkan kembali untuk diajukan kepada Kabinet baru adalah skema Beli Tiket Internasional, Gratis Tiket Domestik Thailand.

“Di bawah langkah ini, wisatawan asing yang membeli tiket pesawat internasional dengan harga reguler ke Thailand akan menerima tiket pesawat domestik pulang pergi gratis. Proyek ini sebelumnya telah diusulkan kepada pemerintah sebelumnya, tetapi dibiarkan tertunda dan masih menunggu pertimbangan,” jelasnya. (*)

 

Maskapai Penerbangan Thailand. (istimewa)

TEMANISHA.COM