Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
LIFESTYLE

Denada Buka Suara soal Anak Kandung, Akui Pernah Tak Siap Secara Mental

×

Denada Buka Suara soal Anak Kandung, Akui Pernah Tak Siap Secara Mental

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Penyanyi Denada tak mampu menahan emosinya saat mengenang masa lalu yang penuh tekanan. Ia menceritakan pengalaman kehamilannya di usia muda yang dipenuhi rasa takut, kebingungan, dan ketidaksiapan untuk menjadi seorang ibu.

Denada mengaku hamil saat usianya baru menginjak 20 tahun. Di fase tersebut, ia merasa mentalnya belum cukup kuat untuk menghadapi tanggung jawab besar sebagai orang tua. Situasi itu membuatnya diliputi kecemasan tentang masa depan, sekaligus perasaan tidak siap menjalani peran baru dalam hidupnya.

HALAL BERKAH

Yang lebih berat, kehamilan itu sempat ia sembunyikan dari ibunya, Emilia Contessa, meski mereka tinggal serumah. Denada memilih memendam semuanya sendiri karena khawatir akan reaksi dan kekecewaan sang ibu. Hari-hari dilaluinya dalam diam, dengan beban pikiran yang terus menghantui.

Baca Juga:  Demi Istri, Billy Syahputra Satukan Dua Keluarga di Momen Lebaran

Seiring waktu, ketika usia kandungannya semakin besar, Denada akhirnya memberanikan diri untuk jujur. Meski begitu, ia mengakui bahwa langkah tersebut tetap diliputi rasa takut. Ia menyadari saat itu kondisi mentalnya belum cukup matang untuk menghadapi situasi tersebut.

Di tengah tekanan yang dialaminya, Denada menegaskan bahwa ia tidak pernah berpikir untuk menggugurkan kandungannya. Baginya, bayi yang ia kandung adalah tanggung jawab yang harus dijaga dan dilahirkan dengan penuh kasih.

Denada juga mengungkap kenyataan pahit terkait ayah biologis anaknya, yang sejak awal ia duga tidak akan mengambil tanggung jawab. Meski demikian, ia tetap melanjutkan kehamilan dan melahirkan sang anak, yang kini dikenal sebagai Ressa Rizky Rossano.

Baca Juga:  Ramai Dikritik Warganet, Enzy Storia Respons Elegan soal Perannya di Indonesian Idol

Terkait isu bahwa dirinya disebut menelantarkan anak, Denada membantah tegas. Ia menjelaskan bahwa Ressa sejak kecil diasuh oleh keluarga, yakni paman dan bibinya, bukan karena tidak disayangi. Ia menegaskan bahwa proses mengandung hingga melahirkan dilakukan dengan penuh cinta.

Meski Denada telah mengakui Ressa sebagai anak kandungnya secara terbuka, persoalan hukum di Pengadilan Negeri Banyuwangi masih belum menemukan titik terang. Gugatan perdata yang diajukan Ressa sejak akhir 2025 disebut belum mencapai kesepakatan.

Kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa proses mediasi tidak berjalan lancar. Menurutnya, situasi semakin memanas sehingga upaya damai tidak menghasilkan keputusan.

Di sisi lain, hubungan antara Denada dan Ressa juga belum sepenuhnya cair. Ressa mengaku masih merasa canggung untuk memanggil Denada sebagai ibu. Hingga kini, ia masih menggunakan sapaan “Mbak” karena merasa belum memiliki kedekatan emosional.

Baca Juga:  Intim dan Personal, Tiga Fakta Pernikahan Ayushita dengan Gerald Situmorang

Ressa menyebut rasa canggung itu muncul karena mereka belum pernah bertemu secara langsung. Ia menilai hubungan mereka belum terbangun seperti ibu dan anak pada umumnya, mengingat dirinya tumbuh terpisah dari Denada sejak kecil.

Kisah ini kembali menjadi perhatian publik karena mengungkap perjalanan hidup yang penuh liku, mulai dari kehamilan di usia muda hingga hubungan keluarga yang masih berproses hingga saat ini. (*)

TEMANISHA.COM