Scroll untuk baca artikel
Bonek Bule
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ENTREPRENEURSHIP

Dari Mangrove Jadi Produk Unggulan: Langkah Nyata Mahasiswa UC di Desa Kramat

27
×

Dari Mangrove Jadi Produk Unggulan: Langkah Nyata Mahasiswa UC di Desa Kramat

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa UC dengan dosen Anis Tiana Pottag dan warga Desa Kramat.
toplegal

TOPMEDIA- Orientation Week(Oweek) Universitas Ciputra (UC) Surabaya berlangsung meriah.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 25–30 Agustus di Ciputra World Lantai 3.

TOP LEGAL PRO

Sekelompok mahasiswa Universitas Ciputra yang tergabung dalam berbagai organisasi kampus seperti BEM UC, HIMA IBM, HIMA ISB, dan UKM Balawarta menginisiasi program penguatan kapasitas masyarakat di Desa Kramat.

Sebuah desa pesisir di Kecamatan Bungah, Gresik yang kaya akan potensi sumber daya alam namun tengah menghadapi tantangan besar dalam sektor perikanan.

Desa Kramat, yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan, kini mengalami kesulitan akibat menurunnya ketersediaan ikan.

Kondisi ini berdampak langsung pada ekonomi masyarakat setempat.

Dosen UC Anis Tiana Pottag dan warga Desa Kramat.

Menyadari banyaknya potensi sumber daya alam lain di wilayah tersebut salah satunya ekosistem mangrove yang melimpah para mahasiswa melakukan riset mendalam dan menemukan peluang besar untuk pengembangan produk turunan dari tanaman mangrove.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Luncurkan Kampung Pancasila, Libatkan 1.360 RW untuk Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Melalui program pelatihan selama 3 bulan yang dilaksanakan setiap Senin dan Sabtu, tim mahasiswa memperkenalkan jenis-jenis tumbuhan bakau kepada masyarakat, termasuk proses identifikasi mana yang aman dikonsumsi dan mana yang beracun.

“Setelah itu, dilakukan proses trial produk dengan fokus pada inovasi kuliner seperti kerupuk mangrove, onde-onde mangrove, hingga kukis berbahan dasar mangrove,” kata Shafira Alin Candra, Koordinator Publikasi, Desain, dan Dokumentasi UC Surabaya, Jumat, 29 Agustus 2025.

Menurut Mahasiswi Fakultas Ilmu Bisnis (Manajemen Bisnis Reguler) ini, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada produksi.

“Tetapi juga aspek pemasaran dan branding. Harapannya, produk-produk ini nantinya dapat masuk ke pasar retail seperti swalayan dan minimarket, serta menjadi oleh-oleh khas dari Desa Kramat,” jelasnya.

Baca Juga:  Baru 17 Persen UMKM di Indonesia yang Punya Legalitas

Program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, mengurangi angka pengangguran, dan membangun citra Desa Kramat sebagai desa inovatif berbasis potensi lokal.

“Target besarnya adalah menjadikan produk olahan mangrove ini sebagai ciri khas yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia,” timpal Brandon Devin Purnomo, dari Fakultas Industri Kreatif (DKV) UC yang juga satu tim dengan Shafira.

Program ini digerakkan oleh 15 mahasiswa aktif dan 7 volunteer dari berbagai fakultas dan jurusan.

Radella Zulfa Nazihah, yang merupakan Volunteer dan PR kegiatan menambahkan, dengan semangat kolaboratif lintas jurusan dan organisasi, program ini menjadi contoh nyata implementasi ilmu dan kepedulian sosial mahasiswa Universitas Ciputra terhadap masyarakat.

TEMANISHA.COM