Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Curah Hujan Tinggi, Khofifah dan Pak Yes Tinjau Banjir Laladan

×

Curah Hujan Tinggi, Khofifah dan Pak Yes Tinjau Banjir Laladan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau lokasi banjir pada Sabtu (10/1), didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi atau yang akrab disapa Pak Yes.
toplegal

TOPMEDIA-Curah hujan tinggi yang melanda Jawa Timur memicu banjir di sejumlah wilayah, termasuk Desa Laladan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau lokasi banjir pada Sabtu (10/1), didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi atau yang akrab disapa Pak Yes.

HALAL BERKAH

Dalam peninjauan tersebut, Khofifah menjelaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan langkah antisipatif dengan modifikasi cuaca.

Upaya ini dilakukan menyikapi prakiraan BMKG Juanda terkait puncak musim hujan yang terjadi pada Januari 2026.

Menurut Khofifah, intensitas curah hujan pada Januari meningkat signifikan, bahkan mencapai tiga kali lipat dibandingkan Desember 2025. Karena itu, modifikasi cuaca menjadi salah satu ikhtiar untuk menekan potensi banjir di berbagai daerah Jawa Timur.

Baca Juga:  Hadapi Musim Hujan, Maksimalkan Normalisasi Saluran dan Infrastruktur Antibanjir

“Ini dampak hujan dengan intensitas sangat tinggi. Modifikasi cuaca sebenarnya sudah dilakukan sejak 5 Desember. Namun kemampuan Pemprov Jatim hanya dua titik, sementara kebutuhan bisa empat hingga lima titik. Artinya, masih ada wilayah yang menerima curah hujan tinggi,” jelas Khofifah.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan di Lamongan, curah hujan tercatat mencapai 100,4 milimeter per detik. Angka tersebut sudah termasuk hasil modifikasi cuaca, mengingat prediksi BMKG sebelumnya berada di kisaran 300 hingga 400 milimeter per detik. “Itu menunjukkan hujannya memang sangat ekstrem,” tegasnya.

Selain terus berikhtiar melalui teknologi, Khofifah juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lain yang belum dapat dimitigasi dengan modifikasi cuaca, seperti angin kencang dan gempa bumi.

Baca Juga:  Industri Tembakau Catat Ekspansi Tertinggi, Efek Panen dan Kebijakan Cukai

“Kalau hujan masih bisa dimodifikasi, tapi angin dan gempa belum ada teknologi untuk mengalihkan. Maka kewaspadaan tetap harus dijaga,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Gubernur Jawa Timur.

Ia menjelaskan bahwa biasanya hujan lebat hanya menyebabkan kenaikan air hingga 50 milimeter. Namun setelah dua hari hujan dengan intensitas tinggi, ketinggian air meningkat hingga 68 milimeter.

Kondisi tersebut membuat Pintu Kuro terpaksa ditutup dan mengakibatkan genangan setinggi 10 hingga 15 sentimeter di lima kecamatan, yakni Deket, Kalitengah, Turi, Glagah, dan Karangbinangun.

“Terima kasih Bu Gubernur yang ingin melihat langsung kondisi genangan, khususnya di wilayah Bengawan Jero. Selama tiga tahun terakhir sebenarnya tidak terjadi banjir. Curah hujan kali ini memang sangat tinggi meski sudah dilakukan modifikasi cuaca,” kata Pak Yes.

Baca Juga:  Hadiri Pertemuan Ormas Islam dengan Presiden Prabowo di Istana, Gubernur Jatim Khofifah Optimis Perkuat Harmoni Bangsa

Ia menambahkan, Pemkab Lamongan bersama Pemprov Jatim telah berdiskusi mengenai langkah jangka panjang, termasuk perbaikan saluran pembuangan air.

Pak Yes berharap masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak patah semangat menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

“Cuaca memang sulit diprediksi, tapi kita terus berupaya mencari solusi terbaik. Insyaallah ke depan ada jalan keluar yang baik,” pungkasnya.

TEMANISHA.COM