TOPMEDIA-Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul cuaca ekstrem yang melanda Kota Pahlawan dalam beberapa hari terakhir.
Hujan deras disertai angin kencang dilaporkan menyebabkan pohon tumbang serta robohnya sejumlah papan reklame di berbagai titik, termasuk pada Selasa (3/2/2026).
Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Surabaya dan wilayah sekitarnya masuk dalam periode peringatan dini cuaca ekstrem pada 1–10 Februari 2026.
Masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, hujan es, hingga angin puting beliung.
Eri Cahyadi menyampaikan bahwa kondisi cuaca saat ini sulit diprediksi dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menginstruksikan seluruh perangkat wilayah, mulai dari lurah hingga camat, untuk aktif memberikan edukasi dan sosialisasi langkah-langkah antisipasi kepada masyarakat.
“Cuaca ekstrem beberapa hari terakhir ini sangat luar biasa. Sudah terjadi pohon tumbang dan reklame roboh. Informasi ini terus kami sampaikan kepada warga melalui jajaran kelurahan dan kecamatan,” ujar Eri, Kamis (5/2/2026).
Sebagai upaya mitigasi, Wali Kota Eri mengimbau warga agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan turun.
Ia menegaskan bahwa angin kencang yang datang secara tiba-tiba dapat membahayakan keselamatan, terutama di ruang terbuka.
“Ketika hujan, jangan berteduh di bawah pohon. Lebih aman berada di dalam bangunan karena kecepatan angin sekarang sulit diperkirakan. Angin kencang bisa merobohkan pohon besar maupun reklame,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan cuaca kerap terjadi secara mendadak, terutama pada malam hari. Meski siang hari terlihat normal, potensi hujan lebat dan angin kencang tetap harus diantisipasi.
“Siang hari mungkin terasa biasa saja, tetapi malam hari bisa berubah drastis. Karena itu saya minta warga Surabaya lebih waspada,” tambahnya.
Sejalan dengan imbauan BMKG, masyarakat diminta rutin memantau prakiraan cuaca harian, berhati-hati saat berkendara, serta menghindari aktivitas di kawasan rawan ketika kondisi cuaca memburuk.
Wali Kota Eri menegaskan bahwa fenomena cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di Surabaya, melainkan juga di berbagai daerah lain di Indonesia. Ia mengajak warga untuk saling mengingatkan dan menjaga keselamatan bersama.
“Kita berdoa bersama agar Surabaya dijauhkan dari bencana akibat cuaca ekstrem dan angin kencang,” ujarnya.
Eri juga memastikan Pemkot Surabaya siap memberikan bantuan apabila terjadi kerusakan akibat cuaca buruk. Seperti kejadian di kawasan Manyar beberapa waktu lalu, pemkot langsung menyalurkan bantuan darurat.
“Jika ada rumah atau atap yang roboh, pemerintah akan hadir. Kami pasang terpal sementara, lalu membantu perbaikan atapnya,” jelasnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa penanganan dampak cuaca ekstrem membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat dan tidak bisa sepenuhnya bergantung pada pemerintah.
Sebagai langkah cepat, warga diminta segera menghubungi layanan darurat 112 jika menemui situasi gawat darurat akibat cuaca ekstrem.
“Kita harus bergerak bersama, saling menjaga, dan saling mengingatkan,” pungkasnya.



















