TOPMEDIA – Duel klasik yang mempertemukan Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin (2/3/2026) malam, menyuguhkan tontonan penuh drama, tensi tinggi, dan intervensi teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang dominan. Skor imbang 2-2 menjadi akhir dari pertarungan sengit selama 101 menit tersebut.
Laga berlangsung sengit sejak peluit kick-off ditiup wasit Eko Saputra. Green Force langsung menggebrak. Belum genap satu menit, Riyan Ardiansyah nyaris membawa tuan rumah unggul meski penyelesaian akhirnya masih meleset.
Namun, Persib yang datang dengan kepercayaan diri tinggi peirlahan mulai mendominasi penguasaan bola yang memaksa Persebaya bermain lebih menunggu.
Lini belakang Persebaya sempat dibuat ketar-ketir pada menit ke-13 lewat penetrasi Berguinho. Bola liar hampir saja dikonversi menjadi gol bunuh diri oleh Leo Lelis jika tidak ada kesigapan barisan pertahanan.
Namun, pahlawan sesungguhnya adalah Ernando Ari yang di bawah mistar Persebaya. Kiper timnas ini melakukan dua penyelamatan heroik di menit ke-22 dan ke-30 yang memaksa pemain Persib gigit jari.
Kebuntuan pecah di menit ke-41 setelah wasit menunjuk titik putih untuk Persebaya. Green Force mendapat hadiah penalti usai wasit meninjau VAR yang menunjukkan pelanggaran terhadap Bruno Moreira di kotak penalti.
Sang kapten, Bruno Moreira, yang maju sebagai eksekutor sukses mengecoh kiper dan skor berubah menjadi 1-0 untuk Persebaya. GBT pun bergemuruh.
Persib sempat membalas lewat Kakang Rudianto di masa injury time. Namun gol tersebut dianulir VAR karena terjadi handsball terlebih dahulu oleh Ramon Souza yang coba melakukan tendangan salto di depan gawang.
Memasuki paruh kedua, intensitas pertandingan justru semakin meledak. Persib hanya butuh lima menit untuk menyamakan kedudukan melalui aksi Luciano Guaychochea pada menit ke-50.
Laga sempat terhenti cukup lama di menit ke-62 akibat benturan kepala hebat antara Federico Barba dan Catur Pamungkas. Insiden ini memicu protes keras dari pelatih Persib, Bojan Hodak, yang mengklaim adanya sikutan. Namun, wasit tetap pada keputusannya untuk tidak mengeluarkan kartu setelah pengecekan VAR.
Dinamika skor kembali berubah pada menit ke-72. Andrew Jung membawa Persib berbalik unggul 1-2 setelah golnya disahkan lewat tinjauan VAR yang cukup memakan waktu karena dugaan off side.
Tensi semakin panas ketika Adam Alis diganjar kartu kuning setelah kontak fisik dengan Bruno Moreira yang lagi-lagi harus dipastikan melalui VAR.
Enggan kehilangan poin di depan Bonek, Persebaya meningkatkan agresivitas. Hasilnya berbuah manis di menit ke-82. Menerima bola di posisi strategis, Francisco Rivera melepaskan sepakan keras yang menghunjam gawang Teja Paku Alam. Skor berubah menjadi 2-2.
Menjelang akhir laga, Persib nyaris mengunci kemenangan lewat Sergio Castel di menit ke-89. Namun Dewi Fortuna masih berpihak pada Persebaya karena bola hanya membentur tiang gawang. Panasnya laga merembet hingga ke pinggir lapangan, yang berujung kartu kuning untuk pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, di menit ke-90.
Meski tambahan waktu mencapai 11 menit, kedudukan sama kuat tidak berubah hingga laga usai. Hasil ini membuat kedua tim harus puas berbagi satu angka dalam salah satu pertandingan paling dramatis musim ini. (*)
SUSUNAN PEMAIN
PERSEBAYA SURABAYA: Ernando Ari Sutaryadi (GK); Arief Catur Pamungkas; Risto Mitrevski; Francisco Israel Rivera Davalos; Bruno Moreira Soares (C); Riyan Ardiansyah; Jefferson Junio Antonio Da Silva; Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas; Leonardo Silva Lelis; Sadida Nugraha Putra; Milos Raickovic.
Head Coach: Bernardo Tavares.
PERSIB BANDUNG: Teja Paku Alam (GK) Eliano Johannes Reijnders; Kakang Rudianto; Luciano Guaycochea; Patricio Martin Matricardi; Frans Dhia Jirjis Putros; Saddil Ramdani; Federico Barba (C); Uilliam Barros Pereira; Rosembergne Da Silva; Ramon De Andrade Souza.
Head Coach: Bojan Hodak.



















