TOPMEDIA – Kasus pubertas yang terjadi lebih cepat dari seharusnya kini makin sering membuat orangtua khawatir. Padahal, penerapan gaya hidup sehat sejak dini dinilai dapat membantu menekan risikonya.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus pakar endokrinologi anak, Aman Bhakti Pulungan, menjelaskan bahwa perubahan kebiasaan sehari-hari anak sangat berpengaruh terhadap keseimbangan hormon. Jika hormon terjaga, kemungkinan pubertas dini yang dapat mengganggu proses tumbuh kembang pun bisa ditekan.
1. Perhatikan asupan makanan
Menurut Prof. Aman, pola makan seimbang menjadi fondasi utama. Konsumsi makanan tinggi kalori, gula berlebih, serta produk olahan seperti junk food dan fast food sebaiknya dibatasi.
“Makanan yang tinggi kalori, gula, dan makanan olahan seperti junk food atau fast food sangat tidak dianjurkan,” ujarnya. Sebaliknya, anak dianjurkan lebih banyak mengonsumsi buah, sayur, serta makanan kaya serat, vitamin, dan mineral agar keseimbangan hormon tetap terjaga.
2. Cegah obesitas
Kelebihan berat badan menjadi salah satu faktor yang bisa mempercepat pubertas.
“Obesitas pada anak bisa mempercepat terjadinya pubertas dini karena peningkatan kadar estrogen pada anak perempuan atau testosteron pada anak laki-laki,” jelasnya.Karena itu, menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur penting dilakukan sejak dini.
3. Pastikan tidur cukup
Waktu istirahat yang memadai juga tak kalah penting. Kurang tidur dapat memengaruhi produksi hormon pertumbuhan dan hormon yang berkaitan dengan masa pubertas.
“Anak-anak yang kurang tidur dapat mengalami gangguan pada produksi hormon yang berhubungan dengan pertumbuhan dan pubertas,” katanya. Ia menyarankan anak tidur sekitar 8–10 jam setiap malam agar perkembangan fisik maupun emosional berjalan optimal.
4. Rutin beraktivitas fisik
Olahraga membantu menjaga komposisi lemak tubuh sekaligus mendukung produksi hormon secara alami.
“Olahraga sangat penting, baik untuk fisik maupun untuk membantu produksi hormon secara alami,” ujar Prof. Aman.
Anak dianjurkan aktif bergerak setidaknya 30 menit hingga satu jam per hari, misalnya dengan bermain di luar, berenang, atau bersepeda.
5. Kurangi paparan bahan kimia berbahaya
Beberapa zat kimia dalam produk sehari-hari, seperti plastik atau pestisida, dapat memengaruhi sistem hormon.
“Zat kimia yang mengandung bahan seperti phthalates, bisphenol A (BPA), dan pestisida dapat mengganggu sistem endokrin dan memicu pubertas dini,” jelasnya. Orangtua disarankan memilih produk yang lebih aman dan membatasi paparan anak terhadap bahan-bahan tersebut.
6. Tepat mengelola stres
Tekanan psikologis berlebihan juga bisa berdampak pada keseimbangan hormon. “Stres dapat meningkatkan produksi hormon kortisol yang dapat mengganggu perkembangan hormon pubertas,” katanya. Menciptakan suasana rumah yang nyaman dan memberi ruang anak untuk bermain serta beristirahat menjadi langkah sederhana namun penting.
Prof. Aman menegaskan, bila orangtua melihat perubahan fisik yang terjadi terlalu cepat pada anak, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter spesialis endokrinologi anak. Pemeriksaan dan pemantauan sejak awal akan membantu penanganan lebih efektif.
Dengan pola makan bergizi, tidur cukup, olahraga teratur, menghindari stres, serta membatasi paparan zat kimia berbahaya, risiko pubertas dini dapat ditekan sehingga tumbuh kembang anak tetap optimal, baik secara fisik maupun emosional. (*)



















