Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP FIGURES

Cara Yuris Sabriena Berproses From Minus To Hero

×

Cara Yuris Sabriena Berproses From Minus To Hero

Sebarkan artikel ini
Yuris Sabriena, sosok penyiar, MC, dan public speaker yang berangkat dari rasa minder hingga bertransformasi menjadi trainer. (Foto: Dok. Pribadi)
toplegal

TOPMEDIA – Setiap orang memiliki kisah dan perjuangan untuk mencapai titik keberhasilan dan kebanggaan. Begitu pula dengan Yuris Insania Eka Sabrina, penyiar, MC, public speaker sekaligus trainer yang memiliki nama panggung Yuris Sabriena ini memiliki kisah dan perjuangan hingga sampai di titik saat ini.

Yuris dikenal sebagai sosok yang percaya diri berbicara di depan banyak orang dan memiliki public speaking yang baik.

HALAL BERKAH

Namun, di balik pencapaian itu, ia mengaku berangkat dari titik minus, penuh keraguan, takut salah, dan merasa selalu kurang.

Dari pengalaman tersebut, Yuris belajar berdamai dengan diri sendiri dan berproses hingga menemukan kekuatan personal branding yang membawanya ke panggung-panggung besar.

Yuris menuturkan bahwa awalnya ia hanya fokus bertahan. “Belajar, tampil, salah, lalu belajar lagi. Sampai akhirnya aku sadar, orang bukan hanya melihat aku bisa apa, tapi bagaimana aku bersikap saat tidak sempurna. Dari situ aku mulai mengenali, personal branding-ku tumbuh bukan dari pencitraan, tapi dari proses yang jujur,” cerita perempuan berparas cantik ini.

Salah satu upayanya untuk lepas dari stigma kurang akan dirinya sendiri adalah dengan mengenali, menggali, dan mengembangkan personal branding.

Baginya, personal branding adalah jejak yang ditinggalkan setelah berinteraksi dengan orang lain.
“Bukan soal terlihat hebat, tapi soal apa yang orang rasakan. Apakah mereka merasa didengar, dihargai, atau justru terintimidasi,” jelas Yuris.

Baca Juga:  Khirani Trihatmodjo Banjir Pujian Gara-Gara Berpenampilan Bak Masa Muda Ibunda
Pencapaian berproses Yuris Sabriena ‘from minus to hero’ memberinya banyak pelajaran dan pengalaman. (Foto: Dok. Pribadi)

Bagi Yuris, personal branding sangat penting, karena tanpa disadari, setiap bercerita lewat sikap, pilihan kata, dan cara menghadapi hidup, disiru sudah ada personal branding.

“Setiap orang sebenarnya sudah memiliki personal branding, tinggal bagaimana mengelolanya dengan baik,” tegas perempuan yang meraih gelar Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Wijaya Kusuma tersebut.

Untuk mengenali personal branding, menurut Yuris, dimulai dari berani jujur dan tidak memaksakan menjadi orang lain.

“Aku punya apa, aku kurang dimana, dan aku ingin bertumbuh ke arah mana. Itu pilihan kita untuk mengembangkannya, menguatkan versi diri yang sedang berproses,” tuturnya.

Setelah mengenali dan mengembangkan personal branding-nya, Yuris mulai mengembangkan kemampuannya, salah satunya di dunia penyiaran.

Lalu seperti apa berproses ‘from minus to hero’ seperti yang telah Sabrina capai? Menurutnya, ‘from minus to hero’ bukan soal berubah drastis atau tiba-tiba hebat. Tapi tentang orang yang berani berdiri meski masih takut.

Baca Juga:  Yohannes Somawiharja, Eks Rektor UC: Menyemai Mimpi, Menuai Generasi Entrepreneur

“Tentang memilih melangkah walau belum percaya diri. Hero versiku adalah resilience, percaya pada diri sendiri yang tidak menyerah pada rasa minder” terang perempuan yang sudah belasan tahun menggeluti dunia penyiaran ini.

Perjalanan Yuris di dunia penyiaran dimulai pada 2013–2015 melalui radio broadcast. Setelah vakum tujuh tahun, ia kembali aktif pada 2022. Sementara itu, dunia MC dan public speaking mulai ia tekuni sejak 2021.

“Awalnya aku ikut kelas MC dan public speaking, lalu dapat job dari panggung sepi, acara yang mungkin tak banyak orang perhatikan. Tapi justru di situ aku belajar menguatkan mental dan konsistensi,” kata anak pertama dari lima bersaudara ini.

Sampai saat ini, Yuris masih konsisten dan terus belajar serta berbagi dengan banyak orang yang juga ingin belajar dan mengembangkan skill MC dan public speaker.

Kini, ia tak hanya menjadi MC dan public speaker, tetapi juga trainer yang berbagi ilmu kepada banyak orang.

“Dari situ saya belajar dan mulai berani mengambil satu langkah maju sebagai seorang trainer,” ungkapnya.

Yuris mengakui profesi ini awalnya hanya kebetulan, namun kemudian menjadi ruang penyembuhan.
“Lewat komunikasi, aku belajar menyuarakan hal-hal yang dulu sulit aku ucapkan. Dan berbagi pengalaman untuk memberikan insight kepada orang-orang yang ingin bertumbuh,” ungkapnya.

Baca Juga:  Harry Kane Hattrick! Bayern Munich Hancurkan RB Leipzig 6-0 di Laga Pembuka Bundesliga

Ia percaya kata-kata memiliki kekuatan besar. “Aku melihat sendiri bagaimana satu kalimat bisa menenangkan, menguatkan, bahkan mengubah cara seseorang melihat dirinya,” tambahnya.

Yuris juga memiliki banyak pengalaman tak terlupakan selama berkarier sebagai penyiar, MC, maupun public speaker.

Bagi Yuris Sabriena, olahraga menjadi sarana refleksi hidup sekaligus terapi pribadi. (Foto: Dok. Pribadi)

Namun yang pengalaman yang paling berharga yang dia dapat adalah ketika pendengar merasa terhibur dan mendapatkan manfaat dari apa yang ia sampaikan.

“Bahkan ketika aku ingin mundur karena merasa tidak cukup baik, aku belajar untuk tetap maju. Dari situ aku belajar satu hal: keberanian tidak datang sebelum melangkah, tapi setelahnya,” tegas Yuris.

Di luar profesi, Yuris memiliki hobi olahraga lari dan wall climbing. Baginya, olahraga menjadi sarana refleksi hidup sekaligus terapi pribadi. “Banyak refleksi justru datang saat tubuh lelah dan pikiran jujur,” katanya.

Ke depan, Yuris berharap bisa menjadi ruang aman bagi orang-orang yang merasa kurang.
“Lewat komunikasi, aku ingin menemani mereka bertumbuh, sama seperti aku dulu ketika memulai semuanya dengan proses yang tidak mudah, tapi aku yakin bisa,” pungkasnya. (*)

TEMANISHA.COM