Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
SPORTAINMENT

Capello Ungkap Alasan Wakil Italia Lembek di Liga Champions

×

Capello Ungkap Alasan Wakil Italia Lembek di Liga Champions

Sebarkan artikel ini
Fabio Capello (Foto: Wikipedia)
toplegal

TOPMEDIA – Serie A Italia terancam tanpa wakil sama sekali di Liga Champions. Fenomena rontoknya tim-tim Negeri Spaghetti di kompetisi kasta tertinggi Benua Biru tersebut, memantik reaksi keras dari pelatih legendaris, Fabio Capello.

Capello menyebut kegagalan ini bukan sekadar faktor keberuntungan, melainkan cermin dari lemahnya kualitas kompetisi domestik yang berjalan terlalu lambat dan “manja”.

HALAL BERKAH

Luka terbaru diderita sang pemuncak klasemen sementara Serie A, Inter Milan. Bermain di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (25/2) dini hari WIB, skuad asuhan Christian Chivu itu justru dipermalukan tim kuda hitam, Bodo/Glimt. Kekalahan agregat telak 2-5 memastikan langkah Nerazzurri terhenti di babak play-off 16 besar.

Nasib Inter menyusul sang juara bertahan, Napoli, yang lebih dulu masuk kotak sejak fase liga. Kini, harapan Italia hanya tersisa pada pundak Atalanta.

Baca Juga:  Donnarumma Siap Tingkatkan Kemampuan Oper Bola di Manchester City

Ini setelah Kamis (26/2) dini hari tadi, Juventus tersingkir dari kompetisi meski menang 3-2 atas Galatasaray. Sebab di leg pertama, mereka kalah 2-5 dari wakil Turki itu. Sehingga agregat menjadi 5-7 untuk Galatasaray.

Sementara itu, Atalanta yang mengusung misi mustahil mengejar defisit dua gol dari raksasa Jerman, Borussia Dortmund, pada leg pertama, justru mampu membalikkan keadaan.

Skuad besutan Raffaele Palladino itu mengungguli Dortmund 4-1, sehingga mereka menjadi satu satunya wakil Italia yang lolos ke babak 16 besar setelah mengemas agregat 4-3 dari leg 1 dan 2.

Fabio Capello tak bisa menahan kegeramannya melihat loyonya tim-tim Italia saat beradu sikut dengan wakil negara lain. Mantan pelatih AC Milan dan Real Madrid itu menilai pemain Italia tidak terbiasa dengan intensitas tinggi yang menjadi standar di Eropa.

Baca Juga:  Ezekiel Wiwoho, Kiper Muda Grefoo Academy Juara Juanda Cup 2025

“Tim-tim Italia bermain dengan tempo lambat. Begitu mereka bertemu lawan yang menerapkan press-and-run, mereka langsung keteteran. Mereka gagap saat tempo dinaikkan,” kritik Capello sebagaimana dikutip dari Football Italia.

Menurut pria yang pernah membawa AS Roma merengkuh Scudetto ini, wasit di Serie A juga punya andil dalam menciptakan mentalitas pemain yang lembek. Duel fisik yang seharusnya menjadi bumbu sepak bola modern sering kali dianggap pelanggaran di Italia.

“Di Italia, kita tidak terbiasa bermain agresif. Begitu ada duel sedikit keras, wasit meniup peluit. Kuping tersenggol sedikit saja, pemain sudah jatuh berguling-guling. Itulah hasilnya, kita tidak berbahaya di kancah internasional,” semprot Capello.

Capello menegaskan bahwa tanpa perubahan gaya main di liga domestik, tim-tim Italia hanya akan menjadi “macan kandang” yang ompong di luar negeri. (*)

TEMANISHA.COM