TOPMEDIA-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali membuka program pelatihan kompetensi gratis bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi pencari kerja.
Kali ini, pelatihan difokuskan pada bidang Export-Import dan K3 Umum sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjawab kebutuhan dunia industri.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengatakan bahwa jenis pelatihan yang dibuka telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja, khususnya pada sektor yang memiliki permintaan tenaga kerja cukup tinggi.
“Pelatihan ini difokuskan pada bidang export-import dan K3 Umum. Untuk K3 Umum sendiri, sertifikasi ini kerap menjadi salah satu syarat utama saat melamar kerja di perusahaan,” ujar Agus Hebi, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, pelatihan yang diselenggarakan merupakan jenis pelatihan dengan tingkat serapan tenaga kerja yang relatif tinggi. Oleh karena itu, Disperinaker Surabaya secara konsisten menggelar program serupa setiap tahun guna membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
“Jenis pelatihan dengan serapan tinggi tetap kami fasilitasi untuk warga Kota Surabaya, terutama bagi adik-adik pencari kerja,” jelasnya.
Hebi menegaskan, proses pelatihan akan dilaksanakan secara terstruktur dan mengacu pada kurikulum yang telah ditetapkan. Metode pembelajaran tidak hanya berupa teori di dalam kelas, tetapi juga dilengkapi dengan praktik kerja sesuai standar kompetensi.
“Metode pelatihan mengikuti kurikulum yang berlaku, lengkap dengan sarana dan prasarana pendukung. Semua sudah diatur dalam kelas pelatihan,” paparnya.
Selain itu, peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikasi kompetensi resmi dari BNSP. Sertifikat tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing peserta di dunia kerja, sekaligus membuka peluang mengikuti on the job training hingga program magang.
“Peserta juga akan mendapatkan on job training sampai kesempatan magang. Harapannya, setelah itu mereka bisa langsung bekerja,” terang Hebi.
Melalui program pelatihan kompetensi ini, Pemkot Surabaya menargetkan penurunan angka pengangguran terbuka di Kota Pahlawan. Menurut Hebi, peningkatan keterampilan pencari kerja menjadi langkah strategis dalam memperkuat penyerapan tenaga kerja.
“Harapan kami, program ini dapat mendukung penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Surabaya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pendaftaran pelatihan Export-Import dan K3 Umum dibuka pada minggu pertama hingga kedua Februari 2026. Program ini diperuntukkan bagi warga ber-KTP Surabaya, berusia minimal 18 tahun, serta memiliki latar belakang pendidikan minimal SMA atau SMK.
Pelaksanaan pelatihan dijadwalkan mulai Maret 2026. Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi disnaker.surabaya.go.id/three atau dengan memindai kode QR yang telah disediakan.



















