TOPMEDIA – Tren pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus positif membuka peluang besar bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan kelas menengah (middle income trap) dan naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya memanfaatkan momentum bonus demografi sebagai modal besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Tentunya kita berharap bisa terus mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi, karena kita harus memanfaatkan jendela yang begitu terbatas menghadapi bonus demografi. Bonus demografi harus menjadi modal besar kita untuk keluar dari middle income trap dan naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi,” ujarnya di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
AHY juga mengungkapkan rasa syukur atas capaian ekonomi Indonesia yang tetap tumbuh positif di tengah dinamika geopolitik global.
Menurutnya, ketegangan geopolitik dan perang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dunia, termasuk rantai pasok energi.
Namun, Indonesia mampu menavigasi tantangan tersebut dengan menjaga faktor penopang ekonomi seperti konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, serta ekspor dan impor.
Lebih lanjut, AHY menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya dilihat dari angka semata, melainkan harus diikuti pemerataan dan keadilan.
“Pertumbuhan tinggi harus merata di seluruh Indonesia. Tidak boleh ada kawasan yang tertinggal, termasuk Indonesia bagian timur dan Papua. Itulah mengapa Presiden RI Prabowo Subianto menekankan pentingnya pemerataan pembangunan, dan kami mendengar langsung prioritas dari
Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua,” jelasnya.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 sebesar 5,11 persen secara tahunan (year on year).
Pertumbuhan ini masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB), dengan kontribusi keduanya mencapai 82,65 persen dari sisi pengeluaran.
Peningkatan mobilitas masyarakat mendorong pengeluaran untuk makan-minum, transportasi, komunikasi, serta penambahan barang modal berupa mesin dan perlengkapan.
Dengan capaian tersebut, AHY optimistis Indonesia mampu menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan pemerataan pembangunan.
Ia menegaskan bahwa konsistensi kebijakan dan pemanfaatan bonus demografi akan menjadi kunci bagi Indonesia untuk keluar dari middle income trap dan menuju status negara berpendapatan tinggi. (*)



















