TOPMEDIA – Bagi kamu yang baru saja terjun ke dunia mechanical keyboard, godaan untuk memilih switch warna biru alias Blue Switch memang sulit ditampik. Sensasi “klik” yang renyah dan umpan balik taktil yang mantap seringkali dianggap sebagai pengalaman mengetik paling autentik. Rasanya seperti sedang menggunakan mesin tik klasik namun dalam versi yang lebih futuristik dan penuh gaya.
Namun, sebelum kamu buru-buru memasukkannya ke keranjang kuning atau melakukan checkout di marketplace kesayangan, ada baiknya kamu menimbang ulang keputusan tersebut. Di balik suaranya yang memuaskan bagi sebagian orang, blue switch menyimpan beberapa sisi minus yang mungkin bisa bikin kamu (atau orang di sekitarmu) merasa kurang nyaman dalam jangka panjang.
1. Suara yang Terlalu Nyaring
Kekurangan paling utama dan sudah menjadi rahasia umum adalah tingkat kebisingannya. Blue switch dirancang dengan mekanisme clicky yang menghasilkan suara “cekrek” yang tajam. Jika kamu bekerja di ruang kantor yang tenang atau sering begadang mengerjakan tugas di kamar yang berbagi dengan orang lain, suara ini bisa sangat mengganggu. Alih-alih fokus, rekan kerja atau anggota keluarga bisa merasa terdistraksi dengan bunyi ketikanmu.
2. Tidak Ramah untuk Lingkungan Terbuka
Masih berkaitan dengan poin pertama, menggunakan keyboard blue switch di tempat umum seperti kafe atau perpustakaan adalah ide yang kurang bijak. Kamu mungkin akan mendapatkan pandangan sinis dari orang sekitar karena suara ketikan yang mendominasi ruangan. Bagi kamu yang punya mobilitas tinggi dan suka bekerja di ruang publik, switch ini terasa kurang sopan untuk digunakan.
3. Kurang Ideal untuk Gaming Kompetitif
Meski banyak produsen melabeli keyboard mereka sebagai gaming keyboard, sebenarnya blue switch memiliki kelemahan untuk genre game tertentu, seperti FPS atau MOBA. Karakteristik switch ini memiliki reset point yang sedikit lebih tinggi dibandingkan Red atau Silver switch. Artinya, kamu tidak bisa melakukan penekanan tombol secara berulang (spamming) dengan kecepatan maksimal karena harus menunggu switch kembali ke posisi semula.
4. Menguras Tenaga Saat Mengetik Lama
Secara teknis, blue switch biasanya membutuhkan tekanan (actuation force) yang sedikit lebih berat dibandingkan linear switch. Jika kamu adalah seorang penulis atau mahasiswa yang harus mengerjakan skripsi beribu-ribu kata dalam satu waktu, jari-jari tangan akan lebih cepat merasa lelah. Sensasi hambatan di tengah penekanan tombol memang terasa memuaskan, tapi bisa menjadi beban jika dilakukan terus-menerus selama berjam-jam.
5. Sulit Dimodifikasi Menjadi “Thocky”
Bagi para pegiat hobi modifikasi keyboard, mendapatkan suara yang dalam dan padat (thocky) adalah sebuah pencapaian. Sayangnya, struktur dasar blue switch memang diciptakan untuk menghasilkan suara tinggi, Sekalipun kamu sudah memberikan pelumas (lubing) atau menambahkan busa peredam ke dalam keyboard, karakter berisiknya akan sulit dihilangkan sepenuhnya.
Memilih mechanical keyboard memang soal selera, tapi kenyamanan penggunaan harian jauh lebih penting daripada sekadar gaya. Jangan sampai hobi barumu ini malah bikin tetangga kamar sebelah protes, ya! Jadi, apakah kamu tetap setia pada suara klik yang legendaris ini, atau justru mulai melirik switch lain yang lebih kalem?
(Respatie)



















