Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas perkembangan terbaru situasi di Sudan, termasuk kondisi darurat yang masih membayangi negara tersebut. Fokus pembicaraan diarahkan pada langkah-langkah strategis yang dapat ditempuh bersama, khususnya dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menyampaikan keprihatinan mendalam atas konflik berkepanjangan yang berdampak luas terhadap warga Sudan. Ia menegaskan bahwa sebagai lembaga yang mengemban amanah masyarakat Indonesia, Baznas memiliki komitmen untuk terus hadir membantu saudara-saudara di Sudan, terlebih di tengah situasi yang belum stabil.
Menurut Noor, laporan terbaru menunjukkan krisis kesehatan di Sudan semakin memprihatinkan. Karena itu, dukungan kemanusiaan dinilai sangat mendesak, terutama untuk memperkuat layanan medis yang terdampak konflik. Baznas pun menyatakan kesiapan untuk terus menggalang bantuan dari masyarakat Indonesia guna meringankan beban rakyat Sudan.
Ia menambahkan, kampanye kemanusiaan akan diperluas agar partisipasi publik semakin besar. Bantuan yang dihimpun nantinya diprioritaskan untuk penyediaan fasilitas kesehatan, obat-obatan, serta kebutuhan medis lainnya yang sangat dibutuhkan saat ini. Baznas berharap amanah dari masyarakat Indonesia dapat tersalurkan secara tepat dan memberikan kontribusi nyata bagi proses pemulihan di Sudan.
Sementara itu, Duta Besar Yassir Mohamed Ali Mohamed menyampaikan apresiasi atas dukungan dan solidaritas Indonesia. Ia berharap kerja sama kemanusiaan yang terjalin dapat lebih difokuskan pada pemulihan sektor kesehatan, mengingat banyak rumah sakit dan fasilitas medis yang rusak akibat konflik.
Menurutnya, pembangunan kembali rumah sakit dan pengadaan peralatan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak untuk menekan angka korban jiwa. Krisis yang berlangsung telah merenggut lebih dari 200 ribu nyawa, dengan perempuan dan anak-anak menjadi kelompok yang paling terdampak.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara Baznas dan Pemerintah Sudan dalam menghadirkan bantuan yang lebih terkoordinasi dan berdampak luas bagi masyarakat yang terdampak krisis.(*)