TOPMEDIA – Nama Indonesia kembali berkibar di panggung internasional bidang keamanan siber. Bayu Fedra Abdullah (25), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), diundang secara personal oleh penyelenggara konferensi elite Black Hat Europe dan Black Hat Middle East & Africa (MEA) untuk mempresentasikan hasil risetnya.
Bayu menjelaskan bahwa undangan tersebut bukan berasal dari kampus, melainkan langsung dari pihak Black Hat setelah karyanya lolos seleksi.
“Itu personal, undangan dari pihak Black Hat MEA dan Black Hat Europe. Menurutku, Black Hat adalah konferensi paling elit di bidang cyber security, diadakan di empat tempat tiap tahun: Las Vegas, London, Riyadh, dan Singapura,” ujarnya dikutip dari Detikcom.
Di Eropa, Bayu membawakan materi terkait karya yang ia beri nama MBPTL, sementara di Black Hat MEA ia memperkenalkan riset berjudul IPTI.
Ia menuturkan bahwa siapa pun bisa mengirimkan riset ke Black Hat, dan panitia akan menyeleksi karya terbaik untuk ditampilkan.
“Pihak Black Hat yang bakal menyeleksi karya siapa yang dipilih untuk boleh ditampilkan di event mereka. Jadi bukan utusan kampus, murni hasil seleksi internasional,” jelas Bayu.
Setelah dinyatakan lolos, Bayu baru menginformasikan kepada pihak kampus. UMS kemudian memberikan dukungan dana, meski ia tetap harus menanggung sebagian biaya perjalanan.
“Setelah dinyatakan lolos ke dua event tersebut aku baru info ke pihak kampus, mungkin saja mau bantu sponsor dana,” katanya.
Bayu mengaku mendapat pengalaman berharga bertemu pakar global dan perusahaan teknologi besar seperti Google, AWS, dan Cloudflare.
“Banyak ketemu orang-orang hebat di bidang cyber security. Bisa ketemu orang Indonesia juga yang sudah kerja di luar negeri. Semuanya keren-keren,” ungkapnya.
Kehadiran Bayu di konferensi Black Hat Eropa dan MEA menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di panggung global. (*)



















