Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
LIFESTYLE

Awasi Makanan Sekitar, Senyawa Akrilamida Bisa Picu Kanker

×

Awasi Makanan Sekitar, Senyawa Akrilamida Bisa Picu Kanker

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi makanan panggangan. (Foto: Pinterest)
toplegal

TOPMEDIA – Penyanyi muda Vidi Aldiano meninggal di usia 35 tahun, Sabtu (7/3/2026). Seperti diketahui, dalam beberapa tahun belakangan, ia bergelut melawan kanker di ginjal kirinya.

Sebagai informasi, kanker adalah kondisi medis yang dipicu oleh pertumbuhan sel-sel yang tidak wajar di dalam tubuh dan menjadi salah satu penyebab kematian utama di tingkat global tanpa memandang batasan usia.

HALAL BERKAH

Ada banyak aspek yang mempengaruhi penyakit ini timbul, mulai dari faktor keturunan hingga kebiasaan hidup dan asupan nutrisi sehari-hari.

Sejumlah riset mengungkap bahwa konsumsi makanan tertentu bisa memperbesar risiko kanker, karena kandungan senyawa akrilamida di dalamnya.

Berdasarkan penjelasan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), akrilamida merupakan zat kimia yang muncul secara alami pada makanan saat diproses dengan suhu tinggi, seperti melalui metode penggorengan maupun pemanggangan.

Zat ini terbentuk terutama di dalam makanan nabati yang kaya akan pati, terlebih yang dimasak di atas suhu 120°C.

Baca Juga:  Alasan Kesehatan, Arab Saudi Larang Impor Unggas dari 40 Negara, Termasuk Indonesia

Meski penelitian sedang berlangsung, akrilamida diklasifikasikan sebagai karsinogen potensial bagi manusia, dan banyak pula badan kesehatan menyarankan untuk mengurangi konsumsinya.

Berikut ini adalah beberapa makanan yang membentuk kadar akrilamid, yang berpotensi menyebabkan kanker melansir Times of India.

1. Gorengan

Keripik kentang, kentang goreng, dan makanan ringan lainnya yang digoreng merupakan salah satu penyebab terbesar.

Akrilamida terbentuk ketika gula alami dalam kentang bereaksi dengan asam amino pada suhu tinggi.

Jika minyak penggorengan berwarna gelap, maka semakin tinggi kandungannya. Menurut studi keamanan pangan, kadar akrilamida dalam keripik kentang dapat berkisar antara 300 hingga lebih dari 2000 µg/kg, sedangkan kentang goreng dapat berkisar antara 200 hingga 700 µg/kg.

2. Snack dan kue kering kemasan

Makanan ini sering dipanggang di suhu tinggi dan dapat mengandung tidak hanya akrilamida tetapi juga bahan pengawet tambahan dan gula rafinasi.

Baca Juga:  Tahun 2025: Semangat Olahraga Meningkat, Gaya Hidup Sehat Jadi Pilihan

Ada sebuah penelitian menunjukkan kadar akrilamida dalam biskuit dapat berkisar antara 160 hingga 1000 µg/kg, tergantung pada bahan dan metode pemanggangan.

Jika menyukai camilan saat minum teh, pertimbangkan versi yang dipanggang sebentar atau buatan sendiri yang menggunakan tepung gandum utuh dan lebih sedikit gula.

3. Roti panggang dan roti kecokelatan

Semakin gelap warna roti panggang, semakin banyak akrilamida yang mungkin ada di dalamnya.

Warna cokelat tua menandakan pemasakan dengan suhu tinggi, yang meningkatkan pembentukan zat kimia tersebut. Pemanggangan yang lebih terang secara signifikan menurunkan risikonya.

Kadar akrilamida di dalam roti panggang dapat berkisar antara 50 hingga 500 µg/kg, dengan roti panggang yang lebih gelap cenderung lebih tinggi.

Roti gandum utuh atau multigrain, yang dipanggang dengan lembut, adalah pilihan yang lebih aman dan lebih sehat.

4. Kopi

Akrilamida terbentuk selama pemanggangan biji kopi, terutama pada tahap awal. Kopi sangrai ringan hingga sedang sering kali memiliki lebih sedikit akrilamida dibandingkan kopi sangrai berwarna gelap.

Baca Juga:  Jepang Tetapkan Status Epidemi Influenza Nasional, Lonjakan Kasus Bikin RS Penuh dan Sekolah Diliburkan

Menurut data, kopi seduh dapat mengandung 5 hingga 20 µg/L, sedangkan kopi instan dapat mengandung 100 hingga 400 µg/kg dalam bentuk bubuk.

5. Sereal Sarapan Kemasan

Ini banyak diminati banyak orang. Corn flakes, wheat crisp, dan sereal lainnya sering dipanggang atau disangrai dengan suhu tinggi.

Proses ini menghasilkan akrilamida, terutama pada sereal yang kaya gula dan berwarna kecokelatan.

Penelitian juga menunjukkan kadar akrilamida dalam produk ini berkisar antara 150 hingga 1200 µg/kg, tergantung pada merek dan cara pengolahannya.

Memilih biji-bijian yang dimasak secara tradisional seperti oat, poha, atau daliya dapat menjadi pilihan yang baik dan aman.

Oleh sebab itu, gaya hidup dan pilihan makanan sangat menentukan kesehatan seseorang. Jika ingin hidup lebuh sehat mulailah dengan pilihan makanan yang sehat pula. (*)

TEMANISHA.COM