TOPMEDIA – Anak-anak di Indonesia kini dalam pengawasan kepolisian. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendeteksi kemunculan paham neo-nazi dan white supremacy. Sebab, para penyebar paham radikal itu menyasar anak-anak sebagai targetnya.
“Beberapa waktu yang lalu Densus mendapatkan temuan bahwa ada paham radikal baru namanya natural selection, neo-nazi, dan white supremacy yang targetnya adalah anak-anak di bawah umur,” kata Jenderal Sigit dalam sambutannya saat pembukaan retret Kokam di Satlat Brimob, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/2/2026).
Paham radikal ini sederhananya yaitu memandang ras tertentu lebih baik dibandingkan yang lainnya. Maka dari itu, Jenderal Sigit berpesan kepada para peserta yang hadir untuk memantau kondisi keluarga terdekatnya agar tidak terpapar.
“Jadi tolong ini saya titipkan kepada kita yang tentunya juga di samping ada yang bujangan, saya yakin juga ada yang sudah punya keluarga,” ucap Kapolri.
“Tolong dicek ketika anak kita kemudian mulai ada perilaku yang mencurigakan, banyak menyendiri, kurang berkomunikasi dengan keluarga, tolong itu digali, diajak komunikasi,” tambahnya. (*)



















