TOPMEDIA – Membeli laptop baru sering kali terasa seperti masuk ke dalam labirin teknis yang membingungkan. Banyaknya label stiker mengkilap dan janji manis dari tenaga penjual sering membuat kita merasa harus memiliki spesifikasi paling “dewa” agar laptop tidak lemot. Padahal, kalau mau jujur, banyak fitur yang digembar-gemborkan sebagai teknologi masa depan sebenarnya hanya pelengkap yang jarang terpakai di kehidupan nyata.
Bagi kalian yang sedang menabung demi perangkat baru, jangan sampai terjebak dalam perangkap pemasaran yang menguras dompet tanpa memberikan manfaat nyata. Memahami kebutuhan asli jauh lebih penting daripada sekadar mengejar angka-angka tinggi di brosur. Mari kita bedah empat komponen laptop yang sering dilebih-lebihkan dan sebenarnya tidak sepenting itu untuk penggunaan harian.
1. Kapasitas RAM yang Terlalu Melimpah (32GB+)
Banyak orang merasa merasa tidak aman jika laptopnya tidak memiliki RAM sebesar 32GB atau lebih. Memang benar RAM berfungsi sebagai ruang kerja aplikasi, namun untuk penggunaan standar seperti mengerjakan tugas kuliah, streaming film, hingga desain grafis ringan, kapasitas 16GB sudah lebih dari cukup. Mengeluarkan budget ekstra hanya untuk mengejar RAM jumbo pada laptop entry-level sering kali menjadi pemborosan, karena prosesornya sendiri mungkin akan menjadi bottleneck sebelum RAM tersebut terpakai habis.
2. Resolusi Layar 4K pada Panel Kecil
Memiliki layar dengan resolusi 4K kedengarannya sangat mewah dan berkelas. Namun, pada layar laptop yang rata-rata hanya berukuran 13 hingga 15 inci, perbedaan ketajaman antara Full HD (1080p) dan 4K hampir tidak kasat mata bagi mata manusia normal. Alih-alih memberikan keuntungan, layar 4K justru menjadi beban bagi baterai yang membuatnya lebih cepat habis dan memaksa kartu grafis bekerja ekstra keras, yang ujung-ujungnya membuat laptop jadi lebih cepat panas.
3. Kecepatan SSD Tingkat Tinggi (Gen 5)
Dunia teknologi saat ini sedang memuja SSD generasi terbaru dengan kecepatan baca-tulis yang menembus angka ribuan MB per detik. Untuk pengguna awam, perbedaan kecepatan antara SSD standar dengan SSD kelas sultan ini hanya terasa dalam hitungan milidetik saat membuka aplikasi atau menyalakan laptop. Kecuali kamu adalah seorang editor video profesional yang setiap hari memindahkan file sebesar ratusan gigabyte, berinvestasi pada SSD paling kencang di pasaran hanyalah sebuah kemewahan yang fungsionalitasnya jarang kamu rasakan.
4. Fitur Layar Sentuh pada Laptop Standar
Laptop dengan fitur layar sentuh (touchscreen) sering dipasarkan sebagai perangkat yang futuristik dan interaktif. Kenyataannya, pada laptop desain clamshell biasa yang layarnya tidak bisa ditekuk 360 derajat, fitur ini justru sering membuat tangan pegal karena posisi penggunaan yang tidak alami. Selain itu, panel layar sentuh cenderung lebih reflektif (silau), menambah bobot laptop, dan tentu saja membuat harga perangkat melonjak naik tanpa memberikan dampak signifikan pada produktivitas harianmu.
Jadi, sebelum kamu tergiur dengan angka-angka fantastis di balik etalase toko, ingatlah bahwa laptop terbaik bukanlah yang paling mahal, melainkan yang paling pas dengan beban kerja harianmu. Jangan biarkan gimmick pemasaran menentukan pilihanmu, jadilah pembeli cerdas yang mengutamakan fungsi di atas gengsi.
(Respatih)



















