TOPMEDIA – Setelah sempat dibuat sibuk oleh gelombang pemudik, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi mencabut rekayasa lalu lintas one way nasional di jalur tol Trans Jawa pada Jumat (20/3/2026).
Namun, jeda ini dipastikan tak akan lama. Sebab, polisi kini langsung bersiap menghadapi arus balik jutaan pemudik yang diprediksi memuncak pada Selasa, 24 Maret mendatang.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa penghentian one way arus mudik dilakukan tepat pukul 13.22 WIB.
Keputusan tersebut diambil atas restu dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo setelah melihat data traffic counting yang menunjukkan kondisi lalu lintas mulai melandai.
“Kondisi lalu lintas saat ini sudah normal kembali, baik yang mengarah ke Jakarta maupun ke Semarang,” ujar Agus saat memantau situasi di Posko Command Center KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Jumat (20/3/2026).
Sebagai catatan, sistem satu arah ini sebelumnya telah diberlakukan sejak Rabu (18/3) dari KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung.
Meski arus mudik telah lewat, Korlantas enggan kecolongan. Fokus kini beralih total pada arus balik Lebaran 1447 Hijriah. Berdasarkan hitung-hitungan petugas, puncak arus balik akan terjadi pada 24 Maret 2026. Skenario rekayasa pun sudah disiapkan.
Agus menjelaskan, jika volume kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta mulai membengkak, maka pihaknya akan menerapkan strategi one way secara bertahap. “Kemungkinan nanti kita lakukan one way sepenggal tahap pertama, mulai dari KM 414 Kalikangkung hingga Tol Pejagan,” ungkapnya.
Namun, jika arus terus merayap dan beban jalan tak lagi sanggup menampung, maka opsi one way nasional akan diambil. Jalur satu arah tersebut bakal diperpanjang hingga menyentuh KM 70 Tol Jakarta-Cikampek.
Di sisi lain, pemerintah mencoba memecah konsentrasi kendaraan agar tidak menumpuk di satu hari yang sama. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menyarankan masyarakat memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang telah digulirkan pemerintah.
Aan mengimbau pemudik untuk mengatur ulang jadwal kepulangan mereka. Jika memungkinkan, masyarakat diminta tidak memaksakan diri kembali pada tanggal 24 Maret.
“Bisa kembali di tanggal 25, 26, hingga 29 Maret. Dengan begitu, beban puncak arus bisa tersebar di setiap hari dan perjalanan lebih lancar,” pesannya. (*)



















