TOPMEDIA – Menjelang arus balik Lebaran 2026, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengingatkan masyarakat agar tidak hanya fokus pada keselamatan di jalan raya, tetapi juga mewaspadai berbagai potensi risiko dalam setiap aktivitas selama momen Idul Fitri.
Kepala Basarnas RI, Mohammad Syafi’i, menegaskan bahwa keselamatan harus berawal dari kesadaran dan kepedulian diri masing-masing. Menurutnya, berbagai kegiatan selama Lebaran tetap memiliki risiko yang tidak bisa diabaikan.
“Potensi bahaya itu tidak hanya di jalan, tapi di semua aspek kehidupan. Karena itu, penting bagi kita untuk tidak melakukan aktivitas jika tidak ada jaminan keamanannya,” ujarnya, Selasa (24/3).
Pernyataan tersebut selaras dengan tema Operasi Siaga Idul Fitri tahun ini, yakni mudik aman, keluarga bahagia. Syafi’i menekankan bahwa keberhasilan tema tersebut sangat bergantung pada sikap disiplin masyarakat sendiri.
Di sisi lain, pemerintah disebut telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik. Sinergi lintas kementerian dan lembaga, termasuk TNI dan Polri, dilakukan guna memastikan pelayanan maksimal bagi masyarakat.
Tak hanya itu, sejumlah masjid di berbagai daerah juga difungsikan sebagai tempat istirahat bagi para pemudik. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu mengurangi kelelahan yang kerap menjadi pemicu kecelakaan.
Basarnas juga mengantisipasi potensi lonjakan kecelakaan yang kerap terjadi saat musim mudik, yang bahkan disebut sebagai “wabah kecelakaan” oleh Kementerian Kesehatan.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, tim SAR telah disiagakan di 365 pos gabungan di seluruh Indonesia, serta didukung 196 pos mandiri yang beroperasi secara khusus selama periode Lebaran.
Hingga saat ini, Basarnas memastikan kondisi arus mudik Lebaran 2026 masih terkendali dan relatif aman. Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tidak lengah dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan maupun aktivitas selama libur Idul Fitri. (*)



















