TOPMEDIA – Menjelang arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan pasokan avtur di 15 bandara tetap aman dan mencukupi kebutuhan operasional penerbangan.
Jaminan ini diberikan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama empat fase puncak perjalanan Lebaran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan pasokan avtur secara optimal di seluruh titik layanan.
“Kami memastikan pasokan avtur untuk kebutuhan penerbangan di 15 bandara yang tersebar di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara,” ujarnya di Surabaya, Senin (16/3/2026).
Pertamina memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026, sementara arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.
Meski mobilitas udara meningkat, konsumsi avtur secara regional justru diperkirakan turun 6,1 persen dari rata-rata normal harian sebesar 3.316 kiloliter (KL).
Penurunan ini dipengaruhi oleh tidak beroperasinya penerbangan komersial saat Hari Raya Nyepi di Bandara Ngurah Rai serta pembatalan sejumlah penerbangan rute Timur Tengah.
Secara rinci, konsumsi avtur di Jawa Timur diprediksi naik 4,9 persen dari rata-rata harian 825 KL.
Di Bali, konsumsi diperkirakan turun 10,3 persen dari rata-rata harian 2.078 KL. Sementara itu, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami kenaikan 1,5 persen dari 104 KL per hari, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) naik 3,6 persen dari 107 KL per hari.
Ahad menegaskan bahwa penurunan konsumsi di beberapa titik tidak memengaruhi kesiapan pasokan secara keseluruhan.
“Pasokan avtur dipastikan cukup untuk mendukung peningkatan mobilitas penumpang udara selama arus mudik dan arus balik,” katanya.
Dengan strategi distribusi yang terukur dan antisipasi terhadap dinamika penerbangan, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga kelancaran transportasi udara selama periode Lebaran.
Langkah ini menjadi bagian dari dukungan terhadap sektor aviasi nasional sekaligus memastikan kenyamanan dan keselamatan penumpang. (*)



















