Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, Pertamina Diversifikasi Impor Energi

×

Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, Pertamina Diversifikasi Impor Energi

Sebarkan artikel ini
Pertamina menyiapkan sumber impor alternatif dari Afrika dan AS untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah konflik Timur Tengah. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu gangguan pelayaran di Selat Hormuz membuat PT Pertamina (Persero) mengambil langkah antisipatif.

Perusahaan energi milik negara ini menyiapkan strategi diversifikasi impor minyak mentah dari berbagai kawasan dunia agar pasokan energi nasional tetap terjaga.

HALAL BERKAH

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya bergantung pada pasokan dari Timur Tengah.

“Jadi tentunya kita sudah antisipasi untuk mencari sumber yang lain supaya ketahanan stoknya juga bisa baik dan bagus,” ujarnya di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Simon menambahkan, sumber impor energi Indonesia kini diperluas ke wilayah Afrika dan Amerika Serikat, selain tetap menjaga jalur pasokan dari Timur Tengah.

Baca Juga:  Ramadan Jadi Momentum Emas, Industri Halal Nasional Kian Menggeliat

“Untuk antisipasi kami juga melakukan diversifikasi sumber. Sumber-sumber kita tidak hanya dari Timur Tengah, ada juga dari Afrika, ada dari Amerika Serikat, dan berbagai tempat lainnya,” jelasnya.

Langkah diversifikasi ini dilakukan setelah dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS) masih berada di kawasan Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.

Kapal tersebut adalah VLCC Pertamina Pride yang berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi, serta Gamsunoro yang sedang proses loading di Khor al Zubair, Irak.

Sementara itu, dua kapal PIS lainnya, yakni PIS Paragon dan PIS Rinjani, dilaporkan berada di luar kawasan perairan Timur Tengah. Simon menegaskan bahwa keselamatan kru dan kargo menjadi perhatian utama.

Baca Juga:  Dampak Konflik Timur Tengah, Pariwisata Indonesia Bisa Terganggu

“Yang menjadi perhatian kami yang utama adalah keselamatan para kru dan keselamatan kargo kami. Tentunya kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dari Kementerian Luar Negeri, dari semua pihak dan kita juga mendorong supaya situasi di sana semakin baik,” katanya.

Pertamina melalui PIS saat ini mengoperasikan sekitar 345 kapal untuk mendukung distribusi energi nasional.

Dari jumlah tersebut, 266 kapal melayani pengangkutan BBM dan avtur, 27 kapal mengangkut minyak mentah, 45 unit melayani distribusi LPG, serta 7 unit mendukung pengangkutan petrokimia.

Selain menjaga pasokan impor, Pertamina juga berkomitmen meningkatkan produksi energi domestik.
Simon mencontohkan kerja sama di Blok Cepu yang terus didorong agar produksinya meningkat dengan penambahan fasilitas baru.

Baca Juga:  Pasokan BBM SPBU Swasta Bakal Kembali Normal Pekan Ini

“Dengan penambahan fasilitas di sana kita dorong supaya produksinya bisa meningkat,” ujarnya.
Dengan strategi diversifikasi impor dan peningkatan produksi domestik, Pertamina berupaya memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. (*)

TEMANISHA.COM