Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Ambisi Eri Cahyadi Bebaskan Surabaya dari Banjir, Garap 5 Rumah Pompa dan 56 Km Drainase

×

Ambisi Eri Cahyadi Bebaskan Surabaya dari Banjir, Garap 5 Rumah Pompa dan 56 Km Drainase

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau bosem di kawasan Kalianak. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melaporkan capaian signifikan dalam penanganan banjir dan perbaikan jalan selama 2025. Lewat pembangunan rumah pompa baru hingga drainase yang telah mencapai puluhan kilometer, kota ini berupaya memastikan warga tak lagi cemas saat puncak musim hujan tiba.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya menghadirkan kembali kehadiran negara di tengah masyarakat. Sepanjang 2025, program pengendalian banjir menjadi prioritas utama yang berkelindan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.

HALAL BERKAH

“Kami memiliki semangat yang sama dengan DPRD. Targetnya jelas, dari sekian banyak titik banjir, harus berkurang menjadi berapa titik. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah melalui solusi nyata di lapangan,” ujar Eri dalam keterangannya, Rabu (31/12/2025).

Mengandalkan Kekuatan Pompa
Strategi utama Pemkot Surabaya dalam mengatasi genangan adalah dengan memacu efisiensi pembuangan air. Eri menjelaskan, Surabaya tidak bisa hanya mengandalkan sistem gravitasi atau kemiringan lahan karena elevasi tanah yang relatif rata.

Baca Juga:  Pemerintah Belum Putuskan Penyesuaian Tarif PPN 2026, Ini Alasannya

“Salah satu caranya adalah membangun rumah pompa. Kalau kita hanya mengandalkan gravitasi, genangan akan sangat lama surutnya,” tuturnya.

Tahun ini, lima rumah pompa baru dengan kapasitas masing-masing 3,5 meter kubik per detik telah tuntas dibangun. Kelimanya tersebar di titik-titik krusial, yakni di Dukuh Menanggal (Kec. Gayungan), Karah Agung (Kec. Jambangan), Ketintang Madya (Kec. Gayungan), Margorejo Indah (Kec. Wonocolo) dan Amir Mahmud (Kec. Gunung Anyar).

Dengan tambahan tersebut, Surabaya kini diperkuat oleh total 81 rumah pompa yang siaga 24 jam untuk menjaga elevasi air di saluran-saluran utama.

Tak hanya fokus pada hilir (pompa), pembenahan di sektor hulu atau saluran lingkungan juga dikerjakan secara masif. Tercatat, sepanjang tahun 2025, Pemkot telah membangun saluran drainase di 233 lokasi dengan total panjang mencapai 56,36 kilometer.

Baca Juga:  UMP 2026 Masih Dikaji, Pemerintah Tinjau Kondisi Ekonomi

Beberapa kawasan yang kini mulai merasakan dampaknya adalah Pakal, yang selama puluhan tahun menjadi langganan genangan. Sementara itu, untuk tahun 2026, fokus pembangunan akan digeser ke wilayah Sukomanunggal.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menjelaskan bahwa mayoritas proyek melibatkan penggantian material saluran dari batu kali menjadi box culvert dengan diameter yang jauh lebih besar.

“Dulu masih pakai batu kali, sekarang kami ganti dengan box culvert berukuran lebih besar agar kapasitas tampung air meningkat signifikan,” kata Syamsul.

Meski infrastruktur telah ditingkatkan, masalah klasik berupa sampah dan pelanggaran batas tanah masih membayangi. Syamsul menyebutkan bahwa sampah yang menyumbat aliran air sering kali menjadi penyebab utama kegagalan fungsi saluran saat hujan lebat.

Eri Cahyadi pun melontarkan imbauan keras kepada warga untuk tidak membangun bangunan permanen di atas saluran air. Ia meminta aparat di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk aktif mengedukasi masyarakat.

Baca Juga:  Berdayakan UMKM Lokal Surabaya, Produknya Dijual Dalam Bentuk Hampers Natal dan Tahun Baru

“Saya mohon kerjasamanya. Warga harus diingatkan agar rumahnya dibangun sesuai batas surat tanahnya, jangan menutupi saluran. Jika saluran tertutup, perbaikan akan sulit dilakukan dan dampaknya merugikan lingkungan sekitar,” tegas Eri.

Selain urusan air, Pemkot juga mencatatkan penyelesaian pengaspalan jalan di 24 lokasi dengan total panjang 10,2 kilometer. Perbaikan ini dilakukan merata untuk mendukung konektivitas warga dan mendorong roda perekonomian kota agar tetap berputar kencang.

Dengan tuntasnya ratusan proyek drainase sebelum puncak musim hujan pada Januari-Februari 2026, Surabaya kini menanti ujian alam. Keberhasilan menurunkan 38 titik genangan sepanjang tahun ini menjadi modal berharga bagi kota pahlawan untuk mewujudkan lingkungan yang lebih tangguh terhadap bencana. (*)

TEMANISHA.COM