TOPMEDIA – Persebaya Surabaya melakukan perombakan besar pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2026. Klub berjuluk Green Force ini mendatangkan tiga pemain sekaligus asal Brazil. Rekrutan anyar ini secara resmi menggeser kiblat komposisi pemain asingnya, dari semula didominasi pemain asal Eropa Timur kini sepenuhnya beralih ke talenta Amerika Latin.
Langkah ini diambil pelatih Bernardo Tavares bukan sekadar untuk menyegarkan skuat, melainkan demi mengejar keseimbangan taktis dan efisiensi komunikasi di lapangan. Tiga pemain baru negara Samba yang resmi didatangkan itu adalah Bruno Paraiba (penyerang), Jefferson Silva (bek sayap), dan Gustavo Fernandes (bek tengah).
Kedatangan trio baru ini menggenapi kuota pemain Brasil di tubuh Persebaya yang sebelumnya sudah dihuni oleh Diego Mauricio, Leo Lelis dan sang kapten, Bruno Moreira. Dengan kolektivitas enam pemain dari negara yang sama, kendala bahasa dan adaptasi budaya diharapkan tidak lagi menjadi sandungan.
Kapten Persebaya, Bruno Moreira, menyambut positif perubahan ini. Menurutnya, memiliki rekan senegara akan mempercepat proses penyatuan visi bermain di lapangan.
“Satu negara dengan mereka memudahkan saya dalam adaptasi. Semoga mereka bisa memahami sepak bola Indonesia secepat mungkin sehingga kita bisa membawa Persebaya ke posisi setinggi mungkin,” kata Bruno Moreira, Sabtu (17/1/2026).
Keputusan Bernardo Tavares memboyong ketiga pemain tersebut merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap performa tim di putaran pertama. Pelatih berkebangsaan Portugal ini menyoroti kerentanan timnya dalam menghadapi situasi bola mati (set piece) yang kerap menjadi titik lemah di kompetisi kasta tertinggi Indonesia itu.
“Kami membutuhkan kombinasi ideal antara pemain cepat dan pemain berpostur tinggi. Perekrutan ini disesuaikan dengan kebutuhan tim dan kondisi finansial klub,” kata Tavares dikutip dari laman resmi I-League.
Hadirnya Gustavo Fernandes di jantung pertahanan diharapkan mampu memberikan rasa aman saat menghadapi duel-duel udara. Sementara Jefferson Silva dan Bruno Paraiba diproyeksikan memberikan dimensi serangan yang lebih eksplosif namun tetap disiplin dalam transisi.
Namun, manuver transfer ini membawa konsekuensi pelik. Kehadiran tiga pemain baru membuat stok pemain asing Persebaya membengkak menjadi 13 orang. Padahal, regulasi BRI Super League hanya mengizinkan setiap klub mendaftarkan maksimal 11 pemain asing.
Dua nama santer yang dikabarkan akan segera angkat kaki dari Surabaya untuk merampingkan skuat adalah penyerang Diego Mauricio dan bek asal Makedonia Utara, Dime Dimov. Pencoretan ini menjadi bagian dari upaya Tavares untuk meningkatkan fleksibilitas taktis tim.
“Kami sedang mencari solusi terbaik bersama dewan direksi. Saya melihat potensi dari pemain asing kami saat ini yang mampu bermain di berbagai posisi. Itu memberikan fleksibilitas yang kami butuhkan,” pungkas Tavares.
Kini, ujian sesungguhnya menanti di putaran kedua. Apakah racikan Samba ala Tavares mampu mengangkat Persebaya kembali ke papan atas, ataukah perombakan besar ini justru membutuhkan waktu adaptasi yang lebih lama dari yang diperkirakan. (*)



















