Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Ada Perusahaan Ngemplang Pajak Pakai Rekening Karyawan, Nilainya Capai Triliunan

×

Ada Perusahaan Ngemplang Pajak Pakai Rekening Karyawan, Nilainya Capai Triliunan

Sebarkan artikel ini
Ilutrasi gedung kantor PPATK. (Foto: Dok. PPATK)
toplegal

TOPMEDIA – Dari hasil dan analisis di sektor fiskal yang dilakukan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan adanya satu temuan signifikan di sektor perdagangan tekstil.

Dimana PPATK mencatat sepanjang 2025 menghasilkan 173 hasil analisis, 4 hasil pemeriksaan dan 1 informasi terkait sektor fiskal. Nilai transaksi yang dianalisis mencapai Rp 934 triliun.

HALAL BERKAH

Ada pihak-pihak tertentu diduga menyembunyikan omzet hingga Rp 12,49 triliun yang menggunakan rekening karyawan atau pribadi untuk menerima transaksi hasil penjualan ilegal.

“Salah satu temuan signifikan terdapat pada sektor perdagangan tekstil, dimana pihak-pihak tertentu diduga menyembunyikan omzet hingga senilai Rp 12,49 triliun dengan menggunakan rekening karyawan atau pribadi untuk menerima transaksi hasil penjualan ilegal,” tulis Catatan Capaian Strategis PPATK Tahun 2025, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga:  Khofifah Resmi Ijinkan Sound Horeg Dengan Lima Sarat!

PPATK sampai saat ini belum merinci kasus transaksi hasil penjualan ilegal dari perusahaan tekstil tersebut. Pihaknya masih akan memastikan kerja sama dilakukan dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan untuk mencegah penghindaran kewajiban perpajakan.

“Dalam aspek penerimaan negara, kerja sama antara PPATK dan DJP melalui penyampaian produk intelijen keuangan telah memberikan kontribusi nyata terhadap optimalisasi penerimaan negara, dengan total nilai mencapai Rp 18,64 triliun selama periode 2020 hingga Oktober 2025,” kata PPATK.

Kemudian diluar itu, PPATK mencatat masih banyak berbagai kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang memiliki dampak negatif terhadap integritas sistem keuangan dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

PPATK memastikan terus berpartisipasi bersama para pemangku kepentingan untuk pencegahan dan pemberantasan TPPU, Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT), serta Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPSPM).

Baca Juga:  Hingga Akhir Tahun 2025, Rp 20 Triliun Tunggakan Pajak Ditargetkan Bisa Tertagih

“Audit intensif akan dilakukan terhadap praktik jual beli rekening yang menjadi tulang punggung kejahatan virtual, disertai dengan penguatan kerja sama internasional melalui pertukaran informasi dengan berbagai lembaga intelijen negara lain,” ungkap PPATK. (*)

TEMANISHA.COM