Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
INTERNATIONAL

Ada-Ada Saja, Seorang ABG di Rusia Minum Darah Sendiri dan Alami Keracunan Akut

×

Ada-Ada Saja, Seorang ABG di Rusia Minum Darah Sendiri dan Alami Keracunan Akut

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi remaja. (Foto: Pinterest)
toplegal

TOPMEDIA – Ada-ada saja tingkah Gen Z belakangan ini dengan berbagai ulahnya. Seorang remaja berusia 17 tahun di Rusia dilarikan ke rumah sakit gegara nekat minum darah sendiri. Bagaimana kejadiannya?

Remaja ini dipandu dan terpengaruh ‘tips aneh’ yang menyebut minum darah sendiri bisa memberikan zat besi dan meningkatkan kadar hemoglobin, sayangnya nama remaja itu tak ingin dipublikasikan.

HALAL BERKAH

Ia tidak mencari konfirmasi dari pandangan lain, dan bukannya melakukan konfirmasi kebenaran terkait tips tersebut, ia malah langsung mencobanya.

Sejak melakukan percobaan tips aneh itu, ia mulai mengalami gangguan kesehatan. Beberapa gejala yang muncul seperti badan terasa tidak nyaman, demam, hingga muntah darah.

Karena kondisinya semakin parah, pihak keluarga akhirnya memanggil layanan medis darurat. Dokter yang datang menyebut remaja itu mengalami keracunan akut dan harus segera di bawah rumah sakit.

Baca Juga:  Kampus Korea Berlakukan Black List Siswa Yang Memiliki Catatan Bullying

Setiba di RS, ABG itu berhasil distbilkan kondisinya, dan pihak keluarga terkejut saat tahu putra mereka keracunan darah sendiri yang diminumnya.

Dokter Andrei Kondrakhin memberi keterangan resmi kepada media Rusia Moscow 24 bahwa kebiasaan yang dilakukan oleh remaja itu bisa berbahaya jika dilakukan dalam jangka waktu lama.

Minum darah dapat memicu gejala keracunan karena lambung manusia tidak dirancang untuk mencerna atau memproses darah.

“Darah tidak dapat diserap karena mengandung zat besi dalam jumlah besar, dan inilah yang menyebabkan efek iritasi,” ujar Kondrakhin dikutip dari OddityCentral, Rabu (24/12/2025).

Tubuh tidak bisa menyerap zat besi dari hemoglobin dengan cara dikonsumsi langsung. Kondrakhin mengatakan prosesnya sangat kompleks dan memakan waktu yang lama.

Baca Juga:  Kunjungan Prabowo ke PBB Diterpa Isu Wawancara "Settingan"

Mengonsumsi darah hanya akan memicu muntah-muntah, dan tidak memberikan manfaat sama sekali.

“Hal ini menjelaskan mengapa, misalnya pada kasus tukak lambung yang disertai perdarahan, tubuh memandang darah sebagai zat yang agresif. Bagian cair dari darah (plasma) tidak dirancang untuk melewati saluran pencernaan dalam bentuk seperti ini. Tubuh tidak tahu bagaimana cara mencerna darah, prosesnya sangat kompleks,” katanya lagi. (*)

TEMANISHA.COM