TOPMEDIA – Mulai tahun anggaran 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan mengalokasikan dana pembinaan sebesar Rp 5 juta per bulan untuk setiap Rukun Warga (RW) di Surabaya, khusus diperuntukkan bagi program dan kegiatan yang diinisiasi oleh anak-anak muda setempat.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, kebijakan pendanaan ini merupakan respons langsung dari aspirasi yang muncul dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang melibatkan partisipasi aktif generasi muda.
“Itu adalah (usulan) Musrenbang, permintaan dari anak-anak muda. Permintaan anak-anak muda itu difasilitasi. Dari permintaan anak-anak muda yang ada di Musrenbang, maka kita lakukanlah yang namanya pengakomodiran anggaran,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Jumat (7/11).
Kebijakan ini menjadi wujud komitmen Pemkot untuk menyediakan ruang kreasi bagi Generasi Z (Gen Z) yang memiliki kebutuhan dan ide berbeda dari generasi sebelumnya.
Menurut Eri, pendekatan lama tidak lagi relevan bagi Gen Z, sehingga Pemkot harus memfasilitasi ide-ide baru mereka.
“Anak-anak muda ini, Gen Z ini, dia tidak bisa dibuatkan permainan masa lalu seperti engklek. Maka di hari ini apa keinginannya,” jelasnya.
Dana bulanan sebesar Rp 5 juta tersebut dapat digunakan untuk beragam jenis kegiatan, asalkan program yang diusulkan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan di RW bersangkutan.
Proses pengajuan program akan dilakukan secara teknis melalui RT/RW, lalu proposal akan dievaluasi secara terbuka oleh Lurah, Camat, serta pengurus RT/RW. “Lurah, Camat, RT/RW kumpul, sudah benar iki, dampaknya apa program dibuat RW kita. Kalau dampaknya ada, jalan,” tegas Eri.
Ia berharap program khusus ini akan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kreativitas anak muda sejak dari lingkungan terkecil.
“Surabaya ini dibangun oleh kekuatan anak muda, maka dimulailah dari RW-RW itu. Yang tua-tua juga jangan minta menang terus, kita juga harus menyiapkan anak-anak muda. Maka anak-anak muda inilah yang kita fasilitasi,” pungkasnya. (*)



















