Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Tahan Dampak Gejolak Ekonomi Akibat Konflik Timur Tengah, Apindo Dorong Stimulus Padat Karya

×

Tahan Dampak Gejolak Ekonomi Akibat Konflik Timur Tengah, Apindo Dorong Stimulus Padat Karya

Sebarkan artikel ini
Untuk menahan dampak perang Timur Tengah, pengusaha berharap pemerintah memberikan stimulus pada usaha padat karya. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Guncangan ekonomi global akibat perang Timur Tengah memang tidak main-main dan tidak bisa disepelehkan. Berbagai sektor industri dan perdagangan mulai merasakan dampaknya.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah memberikan stimulus terarah bagi sektor padat karya sebagai langkah antisipasi.

HALAL BERKAH

Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, menilai strategi jangka pendek, menengah, dan panjang perlu segera dijalankan agar stabilitas makroekonomi tetap terjaga.

Dalam jangka pendek, Shinta menyebut ada empat fokus utama, yakni memperkuat konsumsi domestik, menjaga stabilitas harga energi dan nilai tukar, membatasi transmisi tekanan global melalui kebijakan adaptif, serta mendukung daya saing dunia usaha dengan likuiditas dan deregulasi.

“Memperkuat konsumsi domestik serta memberikan stimulus yang terarah bagi industri padat karya,” ujarnya.

Baca Juga:  Ramadan Dongkrak Ekonomi, Airlangga Optimistis Kuartal I Tumbuh 5,5%

Shinta menambahkan bahwa dalam jangka menengah hingga panjang, pemerintah perlu mempercepat ketahanan energi nasional, menyesuaikan bauran energi, memperkuat sektor hulu domestik, serta melakukan reformasi subsidi energi secara bertahap.

“Semua langkah ini penting untuk meningkatkan resiliensi ekonomi nasional,” tegasnya.

Menurut Shinta, stimulus padat karya sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan keberlangsungan industri.

Stimulus padat karya dan penguatan sektor energi menjadi kunci agar ekonomi tetap tangguh menghadapi guncangan eksternal.

Sementara itu, Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.

“Namun fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, dengan dukungan konsumsi domestik, hilirisasi industri, serta investasi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan skenario antisipasi melalui pengelolaan APBN yang fleksibel dan efisiensi anggaran hingga Rp 130,2 triliun tanpa mengurangi belanja prioritas.

Baca Juga:  Mudik Lebih Hemat, Pemerintah Berikan Diskon Tarif Transportasi Idul Fitri 2026

Langkah efisiensi fiskal juga menjadi bagian dari strategi menjaga kesehatan APBN tanpa mengurangi belanja prioritas, sehingga perlindungan masyarakat tetap terjamin. (*)

TEMANISHA.COM