TOPMEDIA – PT PLN (Persero) melaporkan lonjakan signifikan penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) selama periode siaga Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 Hijriah.
Data menunjukkan frekuensi pengisian daya meningkat hingga 4,14 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut lonjakan ini sebagai indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.
“Lonjakan penggunaan SPKLU selama RAFI menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).
Secara rinci, frekuensi pengisian daya pada periode 12–31 Maret 2026 mencapai 303.234 transaksi, naik dari 73.161 transaksi pada periode yang sama tahun 2025. Konsumsi listrik juga melonjak dari 1,75 juta kWh menjadi 7,16 juta kWh.
Darmawan menegaskan capaian ini tidak lepas dari kesiapan infrastruktur dan layanan yang dihadirkan PLN.
“Hal ini tidak lepas dari kesiapan infrastruktur dan layanan yang kami hadirkan secara optimal selama periode mudik,” katanya.
PLN bersama mitra telah menghadirkan 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik di seluruh Indonesia, dengan rata-rata jarak antar SPKLU sekitar 22 kilometer.
Khusus jalur mudik utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, tersedia 1.681 unit SPKLU di 994 titik, meningkat sekitar 70 persen dibandingkan Idul Fitri tahun sebelumnya.
Untuk kebutuhan darurat, PLN menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di titik strategis, terutama area exit tol, dengan dukungan ribuan personel siaga.
Selain itu, beberapa SPKLU dengan tingkat penggunaan tinggi telah ditingkatkan dari standard charging menjadi fast charging hingga ultra fast charging, sehingga proses pengisian daya berlangsung lebih cepat.
Darmawan menegaskan komitmen PLN untuk terus memperkuat layanan. “Kami akan terus memperkuat infrastruktur dan layanan kendaraan listrik agar masyarakat semakin nyaman beralih ke energi bersih,” tuturnya. (*)

















