TOPMEDIA – Istilah sepak bola negatif saat ini memiliki istilah turunan di kalangan netizen. “Haramball” sebuah sebutan istilah lain di sepak bola negatif.
Salah satunya yang menggunakan metode itu adalah Arsenal. Meriam London ini dianggap memainkan sepakbola ‘haramball’ dan tampil seenaknya sendiri demi meraih kemenangan.
Atas kondisi yang dinilai dapat merusak sportifitas itu, FA selaku otoritas penyelenggara Premier League pun didesak mengubah aturan di lapangan.
Sepak bola negatif itu diduga dimainkan Arsenal pada pekan ke-30 Liga Inggris, Kamis (5/3/2026), saat Meriam London menghadapi Brighton & Hove Albion (BHA) di Amex Stadium.
Permainan anti-football alias ‘haramball’ ditunjukkan Arsenal dalam laga yang dimenangkan Arsenal dengan keunggulan tipis 0-1 itu.
Pasukan Mikel Arteta lebih banyak bertahan saat sudah unggul, serta membuang-buang waktu demi mempertahankan keunggulan.
Tolok ukur kategori haramball adalah, Arsenal tercatat cuma bikin 4 shots (2 on target) dan 42 persen penguasaan bola. Angka itu berbanding terbalik dengan Brighton yang mencatatkan 13 tembakan (3 on target) dan 58 persen ball possession.
Manager Brighton Fabian Hurzeler tampak gusar dan kesal betul melihat permainan Arsenal. Tim lawan disebutnya tidak niat main dan mendesak perubahan aturan supaya taktik buang-buang waktu bisa diminimalisasi.
“Saya ingin mengajukan satu pertanyaan kepada Anda. Apakah Anda pernah melihat kiper terjatuh 3 kali dalam pertandingan Premier League? Anda tidak bisa mengendalikan hal-hal seperti ini. Oleh karena itu Liga Inggris harus membuat aturan,” kata Hurzeler, dilansir dari The Guardian.
“Saya sudah menyampaikan pendapat saya sebelum pertandingan dan saya tetap pada pendirian saya. Pada akhirnya, saya pikir [melawan] lawan seperti ini, Anda hanya bisa menghukum [mereka] dengan kemenangan, jadi hari ini saya tidak punya argumen di pihak saya. Jika saya menang 2-1, kemenangan 2-1 yang pantas, saya mungkin akan berbicara berbeda,” sambungnya.
“Jika mereka memenangkan Liga Inggris, tidak akan ada yang bertanya bagaimana mereka memenangkannya. Anda benar-benar bisa merasakan bahwa mereka melakukan segala cara untuk menang dan, pada akhirnya, ini tentang aturan.”
“Oleh sebab itu jika Premier League, wasit, mengizinkan semuanya, maka akan sulit. Kemudian, mereka membuat aturan mereka sendiri. Saat ini, saya merasa mereka mengikuti aturan mereka sendiri, tidak peduli bagaimana mereka bermain,” Hurzeler menyindir Arsenal.
Arsenal saat ini semakin kokoh di puncak klasemen usai kemenangan kontra Brighton. The Gunners sudah mengoleksi 67 poin dan unggul 7 angka dari rival terdekatnya, Manchester City, yang mengemas 60 poin. (ton/top)



















