Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

27,29 Juta Orang Bakal Mudik ke Jatim pada Angkutan Lebaran, Jadi Destinasi Favorit Kedua Nasional

×

27,29 Juta Orang Bakal Mudik ke Jatim pada Angkutan Lebaran, Jadi Destinasi Favorit Kedua Nasional

Sebarkan artikel ini
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat berkordinasi dengan Gubernur Khofifah untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Adpim Pemprov Jatim)
toplegal

TOPMEDIA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan sebanyak 27,29 juta pemudik akan menuju Jawa Timur sebagai tujuan mudik di masa Lebaran 2026 nanti. Proyeksi ini menempatkan provinsi ini sebagai destinasi mudik favorit kedua secara nasional setelah Jawa Tengah.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam koordinasi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (21/2/2026). Ia mengungkapkan bahwa total pergerakan pemudik nasional diperkirakan menembus 143,91 juta orang. Surabaya diprediksi masih menjadi magnet utama pemudik dengan estimasi kedatangan 732.000 orang.

HALAL BERKAH

Menghadapi angka yang setara dengan 17,3 persen pergerakan nasional tersebut, pemerintah pusat dan daerah menyiapkan skema pelayanan terpadu. Fokus utama terletak pada distribusi penumpang di simpul-simpul transportasi agar tidak terjadi penumpukan massal.

“Sinergi dan koordinasi yang kuat menjadi kunci dalam memastikan layanan transportasi yang aman, selamat, tertib, dan lancar,” kata Menhub, Dudy Purwagandhi.

Baca Juga:  Gunung Semeru Erupsi, Status Naik ke Level Awas, Warga Diminta Siaga Lahar dan Awan Panas

Salah satu langkah teknis yang disiapkan adalah sistem delaying system di kawasan Pelabuhan Ketapang untuk mengatur arus menuju Bali, serta pengoptimalan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) sebagai tempat istirahat (rest area) bagi pengemudi jarak jauh.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya detail operasional di lapangan. Salah satu titik krusial pada Lebaran 2026 adalah operasional Pelabuhan Ketapang yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Karena itu, penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akan ditutup sementara pada 18 hingga 20 Maret 2026.

“Untuk mengantisipasi penumpukan akibat penutupan saat Nyepi, kami membutuhkan tambahan setidaknya tiga armada laut, khususnya rute Jangkar menuju kepulauan Sumenep yang setiap tahunnya kekurangan armada,” kata Khofifah.

Selain itu, Pemprov Jatim juga menyiapkan infrastruktur tambahan. Antara lain dengan memfungsikan Jalur Tol Kraksaan–Gending di Situbondo yang akan dibuka fungsional untuk mengurai kepadatan di jalur arteri Pantura Timur.

Baca Juga:  Mulai 2026, Impor Solar Distop, SPBU Swasta Wajib Beli Dari Kilang Domestik

Selain itu pihaknya juga meminta Pertamina menyediakan stasiun pengisian BBM (SPBU) portabel di rute-rute strategis yang minim fasilitas pengisian permanen.

Pemprov Jatim juga menyiagakan Puskesmas 24 jam di sepanjang jalur mudik yang dikoneksikan dengan rumah sakit terdekat untuk mempercepat evakuasi jika terjadi kecelakaan.

Secara kumulatif, Jawa Timur mengerahkan kekuatan penuh untuk melayani lonjakan penumpang yang diprediksi naik 5,19 persen dibandingkan tahun lalu. Sebanyak 8.991 personel gabungan dari Dishub, PT KAI, hingga ASDP dikerahkan.

Berikut kekuatan armada yang disiapkan di wilayah Jawa Timur:

  • Darat: 6.637 armada bus (termasuk program mudik gratis).
  • Kereta Api: 148 rangkaian kereta api (trainset).
  • Udara: 302 pesawat melalui bandara utama dan operasional Bandara Dhoho Kediri.
  • Laut & Penyeberangan: 126 kapal laut dan penyeberangan dengan total 241 trip.
Baca Juga:  Susun Formula Liga 3 dan 4 dari Jawa Timur, Erick Thohir Gaet Kepala Daerah Bangun Sepak Bola Akar Rumput

Untuk memastikan keselamatan teknis, ramp check atau inspeksi keselamatan serentak telah dimulai sejak 2 Februari hingga 25 Maret 2026. Fokus pengawasan diarahkan pada bus antarkota dalam provinsi (AKDP) di 29 terminal tipe B serta titik rawan perlintasan sebidang kereta api.

Tahun ini, konektivitas Jawa Timur bagian selatan mendapatkan dorongan baru melalui optimalisasi Bandara Dhoho di Kediri. Dengan jadwal penerbangan reguler Super Airjet tiga kali seminggu, beban arus mudik di Bandara Juanda diharapkan dapat terdistribusi lebih merata, memberikan pilihan lebih luas bagi pemudik asal Mataraman.

Keseluruhan persiapan ini diharapkan tidak hanya sekadar memindahkan orang dari satu titik ke titik lain, tetapi menjamin rasa aman di tengah tantangan cuaca ekstrem yang masih diprediksi oleh BMKG akan melanda sebagian wilayah Jawa Timur selama masa Lebaran. (*)

TEMANISHA.COM