Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Impor Migas Rp 253 Triliun dari AS, Pertamina Pastikan Lewat Tender Terbuka

×

Impor Migas Rp 253 Triliun dari AS, Pertamina Pastikan Lewat Tender Terbuka

Sebarkan artikel ini
Pertamina menegaskan impor migas dari Amerika Serikat senilai Rp 253 triliun akan dilakukan melalui mekanisme tender terbuka. (Dok. Pertamina)
toplegal

TOPMEDIA – PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa seluruh proses impor minyak dan gas (migas) dari Amerika Serikat (AS) akan dilakukan melalui mekanisme tender terbuka.

Penegasan ini disampaikan setelah Indonesia resmi menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik dengan AS pada Jumat (20/2), yang mencakup komitmen impor migas senilai USD 15 miliar atau setara Rp 253,3 triliun.

HALAL BERKAH

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa skema impor migas ini tetap dilakukan dengan prinsip business as usual.

“Teknis yang kami lakukan adalah business as usual, seperti yang kami jalankan selama ini. Proses ini akan melalui mekanisme tender dan bidding. Tidak ada penunjukan langsung, seperti biasa tender dan bidding terbuka,” ujarnya.

Baca Juga:  Shell Sepakati Pasokan 100 Ribu Barel BBM dari Pertamina

Kesepakatan dagang tersebut merinci bahwa Indonesia akan mengimpor LPG senilai USD 3,5 miliar, minyak mentah (crude) senilai USD 4,5 miliar, serta bensin olahan senilai USD 7 miliar.

Simon menambahkan bahwa Pertamina telah melakukan sosialisasi terkait persyaratan dan prosedur kepada sejumlah perusahaan energi asal AS. “Kami juga masih membuka kepada calon-calon mitra dari Amerika Serikat,” katanya.

Sejak Juli 2025, Pertamina telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa raksasa energi AS, seperti ExxonMobil, Chevron, KDT Global Resources, dan Hartree, untuk membuka peluang kerja sama impor migas.

Simon menuturkan bahwa impor LPG dari AS selama ini sudah mendominasi dengan porsi 57 persen, dan melalui kesepakatan dagang terbaru, angka tersebut ditargetkan meningkat hingga 70 persen.

Baca Juga:  Ekonomi Global Mulai Melambat, IMF Soroti Dampak Tarif dan Inflasi

“Crude yang dari AS juga kita akan dorong untuk peningkatan. Untuk produk BBM, kita lakukan terus penjajakan dengan mitra di AS,” imbuhnya.

Simon menekankan bahwa seluruh proses impor akan dilakukan secara transparan untuk menjamin kepatuhan terhadap aturan. “Kedua negara sangat menghormati aturan dan regulasi di masing-masing negara,” tegasnya. (*)

TEMANISHA.COM